logo rilis
Perbedaan Polri dan TNI dalam Menanggulangi Terorisme
Kontributor
Fatah H Sidik
14 Mei 2018, 11:27 WIB
Perbedaan Polri dan TNI dalam Menanggulangi Terorisme
Ilustrasi Polisi. FOTO RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat intelijen Susaningtyas NH Kertopati, menerangkan, Polri dan TNI sama-sama bisa menanggulangi tindakan terorisme. Namun, keduanya memiliki pendekatan berbeda. Salah satunya, tergantung subjek yang disasar.

?Jika tergolong kejahatan terhadap publik, umumnya ditangani Polri. TNI akan menanggulangi terorisme, bila mengancam keselamatan Presiden dan pejabat yang menjadi simbol negara.

"Penanganan terorisme di Indonesia, selama ini cenderung masih dalam klasifikasi kejahatan terhadap publik. Sehingga, cenderung ditangani Polri semata," ujarnya kepada rilis.id di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Baca: Teror Bom Surabaya, Pengamat: Bukan Salah BIN

Senjata yang digunakan juga menjadi perbedaan siapa yang menanggulanginya. Bila teroris menggunakan senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction), seperti nuklir, biologi, kimia, dan radiasi, maka TNI yang akan menanggulanginya. Jika tergolong konvensional, masuk kewenangan Polri.

"Selain subjek ancaman teror dan jenis senjata, maka rezim kedaulatan suatu negara juga berimplikasi kepada kewenangan penegakan hukum," tambah Nuning, sapaannya. Polri dan TNI bisa bersinergi menaggulangi terorisme, kala teror dilakukan di wilayah kedaulatan penuh Indonesia.

Saat rezimnya adalah hak berdaulat, maka TNI yang melakukan aksi penanggulangan. Contohnya, teror terhadap kapal yang berlayar di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, atau menyerang kilang pengeboran minyak PT Pertamina 15 mil dari pantai.

Terakhir, lanjut mantan Anggota Komisi I DPR RI ini, tempat kejadian perkara (TKP), apakah kendaraan air seperti kapal dan kendaraan udara (pesawat) yang teregistrasi dan berbendera suatu negara. Misalnya, pesawat Qantas milik Australia dibajak teroris dan mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali. "Sesuai hukum internasional, yang harus menangani hanya dua pilihan, apakah TNI atau tentara Australia," terangnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)