logo rilis
Perang Dagang Berpotensi Dorong Rupiah ke Rp13.800 per Dolar AS
Kontributor
Ainul Ghurri
26 Maret 2018, 13:15 WIB
Perang Dagang Berpotensi Dorong Rupiah ke Rp13.800 per Dolar AS
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pergerakan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan hari ini (26/3/2018) diprediksi masih di bawah pengaruh isu perang dagang antara AS dan Cina. Rupiah pun semakin mendekati ke level Rp13.800 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg Dolar Index, perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 27 poin atau 0,2 persen, menjadi Rp13.782 per dolar AS. Adapun laju rupiah berada di angka Rp13.763-13.797 per dolar AS.

"Sentimen perang dagang AS dengan Cina membuat laju rupiah tertahan kenaikannya," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada kepada rilis.id di Jakarta, Senin (26/3).

Kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), juga dikhawatirkan bakal memicu potensi capital outflow atau aliran dana keluar dari Indonesia. Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga di 4,25 persen.

Menurutnya, langkah ini kian memperkecil spread atau selisih antara harga jual dan harga beli. Sehingga, dikhawatirkan akan memperbesar peluang terjadinya capital outflow.

Diharapkan, ke depan pelemahan dapat lebih terbatas, untuk mengantisipasi risiko pelemaha yang lebih dalam. Meski demikian, tetap cermati dan waspada terhadap sentimen yang membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.

"Hari ini, rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran rentang support Rp13.802 dan resisten Rp13.769 per dolar AS," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)