logo rilis

Perang Dagang AS-Cina Memanas, Rupiah kembali Terdepresiasi
Kontributor

04 April 2018, 20:04 WIB
Perang Dagang AS-Cina Memanas, Rupiah kembali Terdepresiasi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Rabu (4/4/2018) bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp13.759 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.744 per dolar AS.

"Sentimen eksternal, terutama mengenai perang dagang masih menjadi salah satu faktor yang memicu volatilitas kurs rupiah cenderung melemah," ujar pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova di Jakarta, Rabu (4/4).

Ia mengatakan, sebagian pelaku pasar masih khawatir terhadap dampak dari perang dagang. Apalagi, kondisi tersebut dapat menahan ekonomi global dan dikhawatirkan mampu membuat laju ekonomi domestik tertahan.

Di sisi lain, lanjut dia, masih adanya sentimen mengenai kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) tahun ini, turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Selain itu, pelaku pasar juga sedang menanti data NFP (non-farm payroll) Negeri Paman Sam yang bakal dirilis dalam waktu dekat ini.

"Laporan NFP menjadi salah satu yang dinanti pasar karena merupakan indikator ekonomi bagi Amerika Serikat," katanya.

Sementara kondisi di dalam negeri, menurut dia, inflasi masih terkendali di level 3,40 persen (year on year/yoy), serta cadangan devisa Indonesia yang masih cukup tinggi yakni US$128,06 miliar pada Februari 2018, menunjukan perekonmian domestik cukup kondusif.

"Sentimen dalam negeri masih cukup kondusif, sehingga menahan depresiasi rupiah lebih dalam," jelasnya. 

Di sisi lain, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (4/4) menguat tipis, yakni 5 poin menjadi Rp13.760 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.765 per dolar AS.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)