logo rilis
Peran Dokter RS Premiere Jatinegara juga Diusut dalam Kasus Kecelakaan Novanto
Kontributor
Tari Oktaviani
23 April 2018, 12:22 WIB
Peran Dokter RS Premiere Jatinegara juga Diusut dalam Kasus Kecelakaan Novanto
Ilustrasi Setya Novanto. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengusut keterlibatan dokter di RS Premiere Jatinegara, yang merekomendasikan Setya Novanto harus dirawat inap.

Ia adalah Glen S Dunda, yang diduga menjadi dokter pertama yang mendiagnosis sakit hipertensi Setya Novanto sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

"(Dalami) Diagnosa awal, yang bawa ke Dr. Bimanesh, kondisinya gimana, bagaimana tanggapannya dan itu dicocokin," kata Jaksa KPK Takdir Subhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Ia menyampaikan, pihaknya akan mendalami apakah betul dilakukan cek mendalam pada Setya Novanto kala itu. Ini mengingat, saat dirawat di RS Medika Permata Hijau, dokter Bimanesh Sutardjo berpatokan pada rekam medis yang dibawa kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi bahwa Novanto mengalami hipertensi dan vertigo akut.

Sehingga, Bimanesh memutuskan untuk merawat inap Novanto sebelum akhirnya dijemput penyidik KPK.

"Nanti akan dicek juga tindakan-tindakan itu, kapan di-update medical check up-nya. Nanti juga akan ditanyakan rekam medis yang punya kan pasien dan rumah sakit tapi kok bisa dibawa yang lain (Fredrich Yunadi) ," ungkap Takdir. 

Dalam kasus ini, dokter Bimanesh bersama Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov. Mereka berdua diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat. 

Bimanesh dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)