logo rilis

Penyerahan Buku Merah, Sinergi KPK-Polri
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
05 November 2018, 22:36 WIB
Penyerahan Buku Merah, Sinergi KPK-Polri
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Penyerahan buku catatan keuangan staf Basuki Hariman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada penyidik Polda Metro Jaya dalam rangka penyelidikan kasus dugaan perusakan barang bukti, dianggap sebagai contoh sinergi penegakan hukum antarkedua lembaga tersebut.

Hal itu dinyatakan oleh anggota komisi III Bidang Hukum DPR RI, Anwar Rahman, kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/11/2018).

"Tidak gontok-gontokan antara satu dengan lainnya. Ini kerja sama yang baik," ujarnya.

Anwar mengatakan, langkah kepolisian dan KPK itu diharapkan bisa mengusut tuntas kasus "buku merah" tersebut. Sehingga, masyarakat perlu mendukung langkah kepolisian dan lembaga antirasuah tersebut.

"Jadi semua cepat terungkap agar tidak menjadi isu liar untuk saling fitnah memfitnah antara satu dengan yang lainnya. Tidak jadi bahan fitnah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semuanya clear secara hukum," lanjutnya.

Dia berharap, langkah kepolisian dan KPK itu tidak dipersoalkan oleh sejumlah pihak. Karena, imbuh dia, aparat penegak hukum baik kepolisian, KPK maupun kejaksaan memang harus bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Ya kalau ada yang mempermasalahkan berarti mereka itu tidak senang kerja sama yang baik antara kepolisian dengan KPK," ungkapnya.

Anwar meyakini, kepolisian dapat menyelesaikan kasus "buku merah"  tersebut. Sehingga dirinya berharap kasus itu bisa segera dituntaskan.

"Kalau memang terbukti ya bawa ke pengadilan, tapi kalau memang enggak terbukti ya sudah hentikan kasus ini sehingga tidak terjadi isu poltiik yang liar," tegasnya.

Kerja sama kedua lembaga penegakan hukum itu, menurut Anwar, akan dirasakan positif bagi masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, pengamat hukum dari Universitas Lampung, Yusdianto, mendorong kepolisian dan KPK untuk menuntaskan dugaan ada tidaknya perusakan barang bukti, yaitu buku catatan keuangan staf Basuki Hariman tersebut.

"Saya kira itu tidak masalah (penyitaan buku), Karena kepolisian intinya harus punya peran penting juga dalam mengungkapkan perkara ini," kata Yusdianto.

"Saya kira bersama-sama lah KPK dan Polri untuk bahu-membahu mengungkapkan perkara ini," ungkap dia. 

Dia menegaskan, penyelidikan dugaan perusakan barang bukti oleh Polda Metro Jaya dari KPK itu sudah tepat. Sehingga, menurut dia, tak perlu ada pihak yang mempertanyakan langkah kedua lembaga tersebut.

"Untuk menghindari adanya upaya adu domba itu apa yang dilakukan oleh kedua lembaga itu harus diungkapkan sehingga akan mengurangi keraguan publik terkait apa yang sudah mereka lakukan," tandasnya.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)