logo rilis

Penuhi Kebutuhan Benih, Diseminasi Varietas Unggul Baru Jawabannya
Kontributor

27 Maret 2018, 07:49 WIB
Penuhi Kebutuhan Benih, Diseminasi Varietas Unggul Baru Jawabannya
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Keberhasilan peningkatan produksi padi, tidak dapat lepas dari keberadaan varietas unggul yang ditanam petani. Sementara, salah satu masalah petani di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam pencapaian swasembada padi adalah, belum terpenuhinya kebutuhan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi.

Namun, hal tersebut kini sudah dapat teratasi dengan adanya dukungan teknologi perbenihan melalui Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, yang membina petani sebagai penangkar benih padi mandiri.

Pengembangan penangkaran benih oleh petani merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul padi di lingkungannya. Pak Jatam, namanya penangkar benih padi berbasis masyarakat di desa Terusan Karya  Kecamatan Betaguh, Kabupaten Kapuas, telah dibina BPTP Kalteng untuk penyediaan benih sebar.

Ia mengaku sangat senang, karena saat ini berhasil melakukan panen, bersama kegiatan penyediaan benih sebar dari rencana target produksi Variatas Unggul Baru (VUB) untuk diseminasi 2018 sebanyak 65,03 ton. Beberapa varietas yang ditanam Pak Jatam adalah, jenis padi Inbrida Inpari 30,38,40 dan 42 dengan hasil produksi rata-rata mencapai 5,5 -6,0 ton/hektare GKP. Selain itu juga ditanam jenis padi Hibrida Arize.

"Badan Litbang Petanian melalui unit UPBS, menginisasi pengembangan penangkaran benih berbasis masyarakat, di mana masyarakat tani secara berkelompok atau perorangan didorong memproduksi sendiri kebutuhan benih pada hamparan kelompoknya. Dengan demikian, akan terpenuhi kebutuhan benih secara berkelanjutan, menghemat waktu serta biaya, dan ke depan diharapkan menjadi unit produksi benih sumber yang berorientasi agribisnis," kata penangung jawab kegiatan perbenihan BPTP Kalteng Twenty Liana.

Sumber: Dedi Irwandi/Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)