logo rilis
Penuhi Gizi lewat Program Rumah Pangan Lestari, Tekan Stunting dari Pekarangan
Kontributor
Elvi R
05 September 2020, 15:37 WIB
Penuhi Gizi lewat Program Rumah Pangan Lestari, Tekan Stunting dari Pekarangan
Petani modern memanfaatkan pekarangan. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Aneka gizi khususnya protein, vitamin, mineral, dan antioksidan sebenarnya mudah dipenuhi dari pekarangan saja melalui program Rumah Pangan Lestari (RPL). Dari RPL bisa dihidangkan santapan, makanan camilan, minuman, yang berfungsi sebagai asupan gizi untuk mencegah stunting.

Padahal permasalahan ini dapat dicegah dengan membenahi pola diet yang dimulai dari keluarga dan  memanfaatkan tanaman yang tersedia di Rumah Pangan Lestari (RPL).

Dari sayuran yang ditanam di RPL, bisa dibuat menu mingguan untuk keluarga yang memerhatikan keragaman dan nilai nutrisi sayuran. Untuk menambah keragaman, ditambah dengan sayuran lain yang dibeli, misalnya wortel, buncis, okra, labu, dan lainnya. 

Anda bisa memilih bertanam tanaman torbangun dan katuk sebagai laktagogum, kelor sebagai sayuran kaya nutrisi, dan sayuran lainnya di RPL. Kebetulan, tiga tanaman tersebut sangat mudah ditanam. Kelor akan tumbuh dengan cepat jika ditanam dari setek batang, daripada asal biji. Dalam jangka 2 bulan sudah tumbuh baik, dan umur 3 bulan setelah tanam sudah bisa dipetik daunnya. Kelor bisa ditanam di pagar, dengan jarak agak rapat, misal 25 cm. 

Untuk melengkapi nutrisi, vitamin dan mineral, bisa ditambah dengan mengonsumsi buah jambu biji, pisang, papaya, dan buah musiman yang tersedia. 

Edukasi konsumsi sayuran dan buah dilakukan sejak dini, karena saat ini konsumsi sayuran dan buah masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan anjuran WHO. Dengan RPL, edukasi bisa dilakukan sejak proses menanam, merawat, panen dan menyiapkan hidangan sehat, serta menyantapnya bersama keluarga.  

Dengan ketersediaan tanaman-tanaman super di halaman, maka kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi sesuai kebutuhan, sehingga kejadian kurang gizi seperti stunting dapat dicegah 

Pasca Melahirkan

Khusus untuk Ibu pasca melahirkan, sangat baik mengikuti kearifan lokal masyarakat Batak dengan menu spesial masakan daun torbangun (bangun bangun) selama sebulan sebagai ASI-Booster, dilanjutkan variasi ASI-Booster dari tanaman lainnya selama menyusui (2 tahun).

Rangkaian penelitian yang disampaikan oleh Damanik (2014), tentang manfaat torbangun membuktikan bahwa daun torbangun terbukti pada manusia telah meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI, peningkatan ASI sebanyak 65% selama hari ke 14 sampai hari ke 28 setelah melahirkan. 

Membuat sayur daun bangun-bangun yang enak bisa dikombinasikan dengan ikan, daging sapi atau daging ayam. Sebelum dimasak, daun bangun-bangun diremas-remas atau ditumbuk kasar, airnya dibuang. Remasan daun sekitar 150 gram dimasak dengan bumbu-bumbu rempah sesuai selera.

Sayuran ini spesial untuk Ibu Menyusui, dan agar terpenuhi kebutuhan gizi seimbang 250 gram sayuran/hari, maka perlu tambahan sayuran lainnya. Setelah satu bulan konsumsi bangun-bangun sebagai ASI-Booster, selanjutnya dapat divariasi dengan sayuran lain.

Sayuran sebagai ASI-Booster juga bisa dibuat dari daun katuk. Penelitian Situmorang dan Singarimbun (2019), Ibu nifas yang diberikan air rebusan daun katuk (150 ml, 3x per hari) dari 300 gram daun katuk yang direbus selama 15 menit, dapat meningkatkan produksi ASI dan meningkatnya berat badan bayi yang lebih tinggi. Jika dibuat sayur, dapat disantap bersama daunnya, atau air kuahnya saja. 

Untuk kemudahan konsumsi ASI-Booster, dapat juga memilih produk olahan seperti kapsul torbangun, minuman ringan, cookies, siomay dan banyak kreasi makanan lainnya dapat dibuat. Demikian juga dengan laktagogum dari daun katuk, bisa dibuat aneka produk dari ekstrak daun katuk atau olahan daun katuk. 

Selama menyusui, variasi sayuran yang diutamakan selain torbangun dan katuk adalah daun kelor. Dapat dipilih daun kelor muda (posisi daun pucuk sampai urutan daun nomer 3 dari pucuk) untuk dikonsumsi mentah, dan daun pucuk sampai urutan daun nomer 6 untuk dibuat sayur.

Variasi sayuran daun lainnya adalah daun kacang panjang, daun kecipir, bayam, kangkung, kecipir muda, kacang panjang dan aneka sayuran lainnya.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID