logo rilis
Pentingnya Naskah Akademik dalam Penyusunan RPP
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
25 Maret 2018, 00:01 WIB
Pentingnya Naskah Akademik dalam Penyusunan RPP
Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto. FOTO: Dok BNPP

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Biro Hukum Kemendagri, Widodo Sigit Pudjianto, menekankan pentingnya naskah akademik dalam penyusunan rancangan peraturan pemerintah (RPP). Ini untuk mengantisipasi kalau peraturan pemerintah (PP) tersebut, dimentahkan Mahkamah Agung.

"Yang paling penting saya ingatkan lagi, kita buat PP tolong lihat lagi naskah akademisnya," kata Sigit dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Sabtu (24/3/2018).

Namun, naskah akademik itu harus lah sesuai dengan dinamika sosial yang ada. Dari sana, iatur lebih lanjut dalam batang tubuh suatu peraturan. Perlunya naskah akademik itu kalau regulasi ini di-judicial review ke Mahkamah Agung (MA).

"Banyak aturan yang dicabut oleh MA karena naskah akademiknya tidak atau kurang memadai," tambah dia yang juga plt Sekretaris BNPP.

Sebagaimana penyusunan peraturan di Kemendagri, di mana prosesnya perlahan-lahan, namun pasti. Sehingga, ketika ada pihak-pihak yang mengajukan uji materiil, maka PP tersebut dapat dipertahankan, karena ada dasar yang kuat serta asababun nuzul-nya.

Misal, RPP Pengelolaan Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, disebutkan bagaimana negara Indonesia, wilayah pinggiran hingga mengenai perbatasan. Dijelaskan bahwa di sana itu harus aman dan sejahtera, kemudian yang melaksanakan pekerjaannya, BNPP bermitra dengan siapa saja.

Sigit meminta agar RPP mengenai Pengelolaan Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan dibuat futuristik. Maksudnya, aturan dibuat dalam kerangka jauh ke depan. Karena, itu hal-hal kecil dalam penyusunannya mesti diperhatikan dengan baik dan cermat.

Ia juga meminta proses penyusunan RPP didokumentasikan dengan baik. Siapapun yang memberikan masukan direkam dan ditulis, dengan begitu diketahui apa saja dinamikanya selama pembahasan.

"Siapapun yang ngomong ditulis, merekamnya utuh, dan ini (pembahasan RPP) saya berharap jangan lama-lama," kata Sigit.

Sumber: BNPP


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)