logo rilis
Pentagon: AS Tidak Berniat Ubah Keseimbangan Strategis Suriah
Syahrain F.
20 April 2018, 22:18 WIB
Pentagon: AS Tidak Berniat Ubah Keseimbangan Strategis Suriah
Gedung Pentagon di Arlington, Virginia, Amerika Serikat. FOTO: Anadolu Agency/Samuel Corum

RILIS.ID, Washington— Amerika Serikat (AS) tidak berniat untuk mengubah keseimbangan strategis konflik di Suriah melalui serangan yang baru-baru ini dilancarkan koalisi ke situs-situs yang diyakini dikuasai rezim Bashar al-Assad.

"Kami tidak ingin mengubah keseimbangan strategis konflik Suriah dengan serangan-serangan itu. Kami berusaha untuk memperingatkan rezim bahwa tindakan mereka tidak bisa dibenarkan sama sekali," kata direktur Staf Gabungan Militer AS Kenneth McKenzie, kemarin (19/4/2018).

Menurut badan pertahanan Suriah, the White Helmet, awal bulan ini, pasukan rezim Assad menyerang distrik Douma di pinggiran Ghouta Timur menggunakan gas beracun hingga menewaskan sedikitnya 78 warga sipil.

Menyusul serangan itu, AS, Inggris, dan Prancis bersama-sama melancarkan serangan tanggapan pada Jumat lalu. Menurut Kepala Staf Gabungan AS Joseph Dunford, serangan itu menargetkan pusat penelitian senjata kimia dekat Damaskus, gudang senjata kimia dan pusat komando di barat Homs.

McKenzie juga mengatakan, meskipun sistem pertahanan udara S-400 Rusia aktif memindai selama serangan berlangsung, namun Rusia tidak pernah mencegat rudal yang ditembakkan koalisi pimpinan AS.

"Mereka memilih untuk tidak terlibat, jadi saya tidak bisa berspekulasi apapun," ujar dia.

McKenzie menambahkan bahwa koalisi pimpinan AS merencanakan operasi sebaik mungkin untuk mencegah kebocoran bahan kimia di area yang tertembak, sehingga operasi itu dapat berlangsung dengan sukses tanpa menyebabkan korban jiwa.

Dia menggambarkan reaksi rezim Assad saat operasi koalisi berlangsung sebagai "bingung dan kacau". "Mereka tidak paham mengenai apa yang sedang terjadi di sekeliling mereka," jelas McKenzie.

Sementara itu, juru bicara Pentagon Dana White membantah bahwa sistem pertahanan udara Rusia mencegat sebagian besar rudal koalisi. Dia mengatakan, pertahanan udara buatan Rusia yang dioperasikan oleh awak Suriah sama sekali tak berguna.

"Sistem pertahanan udara buatan Rusia benar-benar tidak efektif," jelas White.

Kota Damaskus yang terletak di pinggiran Ghouta Timur telah dikepung selama lima tahun terakhir. Akses kemanusiaan ke wilayah yang merupakan rumah bagi 400.000 jiwa itu telah benar-benar terputus.

Dalam delapan bulan terakhir, rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan, sehingga bantuan makanan maupun obat-obatan sama sekali tidak bisa tersalurkan.

 

 

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)