logo rilis
Penjual Cilok Penerima Bantuan PKH Sukses Pekerjakan 16 Orang
Kontributor
Eroby JF
27 April 2018, 14:37 WIB
Penjual Cilok Penerima Bantuan PKH Sukses Pekerjakan 16 Orang
ILUSTRASI: kemsos.go.id

RILIS.ID, Kuningan— Salah seorang warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Wartinih (38), sukses menjadi penjual cilok bermodalkan bantuan yang digulirkan melalui Kementerian Sosial tersebut.

Perempuan asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu, kini memiliki 16 pekerja dari modal awal Rp350 ribu.

Menurut Wartinah, awalnya dia merupakan salah satu penerima bantuan PKH. Dengan berbekal bantuan yang diberikan pemerintah, dirinya kemudian membuat usaha dengan berjualan cilok.

Dari modal awal Rp350 ribu, akunya, kini dia bisa menghasilkan omset kotor per hari Rp2,5 juta.

"Alhamdulillah saat ini saya malah mempekerjakan 16 orang, dan saya sudah keluar dari PKH," kata Wartini.

Menteri Sosial, Idrus Mahram, mengatakan, sampai saat ini sebanyak 300 ribu lebih warga di seluruh Indonesia yang menyatakan diri keluar dari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tahun ini ada 300 ribu lebih masyarakat yang menyatakan diri keluar dari penerima bantuan PKH, karena mereka sudah mandiri dan mampu," kata Idrus di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (27/4/2018).

Keluarnya warga tersebut, kata Idrus, sebagai bentuk suksesnya program yang digulirkan pemerintah, karena para penerima bisa mengolah bantuan itu untuk berwirausaha.

Seperti di Tegal, Jawa Tengah, tercatat ada lebih dari 600 warga yang keluar, dan banyak daerah lain yang juga warganya sudah enggan menerima bantuan PKH.

"Kemarin, di Tegal, ada 600 lebih masyarakat yang keluar. Di Kuningan, kita bisa lihat sendiri ,dan salah satu itu (Wartinah) yang sudah sukses dengan usaha ciloknya," ujar politisi Partai Golkar ini.

Idrus menjelaskan, masyarakat yang secara sadar keluar dari penerima PKH atau berhasil keluar dari kemiskinan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini, diakuinya, sangat luar biasa, karena mereka bisa mandiri setelah dibantu oleh pemerintah melalui PKH ini.

PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Penyaluran bantuan sosial PKH diberikan kepada KPM yang ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga. Penyaluran bantuan diberikan empat tahap dalam satu tahun, bantuan PKH diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

Nilai bantuan merujuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 26/LJS/12/2016 tanggal 27 Desember 2016 tentang Indeks dan Komponen Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Tahun 2017. Komponen bantuan dan indeks bantuan PKH pada tahun 2017, sebagai berikut:

a. Bantuan Sosial PKH Rp. 1.890.000. b. Bantuan Lanjut Usia Rp. 2.000.000. c. Bantuan Penyandang Disabilitas Rp. 2.000.000. d. Bantuan Wilayah Papua dan Papua Barat Rp. 2.000.00.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)