logo rilis

Penjabat Kepala Daerah Dilarang Berpolitik
Kontributor
Budi Prasetyo
04 Mei 2018, 21:33 WIB
Penjabat Kepala Daerah Dilarang Berpolitik
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Surabaya— Gubernur Jatim, Soekarwo, menegaskan kepada penjabat (Pj) kepala daerah yang dilantik menjaga netralitas saat Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

"Sekda juga jangan berpolitik. Jika dilakukan akan memperoleh tegoran Bawaslu, dan tidak akan ada yang bisa bantu. Kalau seperti itu terjadi, maka akan hopeless," pesan Soekarwo saat melantik Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung dan Bupati Nganjuk di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (4/5/2018).

Sekadar diketahui, kedua Pj yang dilantik adalah Kepala Disbudpar Jatim, sebagai Pj Bupati Tulungagung Jarianto dan Kabaperpus Jatim menjadi Pj Bupati  Nganjuk

Soekarwo menegaskan, para kepala daerah harus menjalankan fungsinya dengan maksimal. Agar sinergitas antara legislatif dan eksekutif bisa terjaga.  

"Apabila hubungan eksekutif dan legislatif  lancar dalam merumuskan kebijakan, maka langkah selanjutnya dalam berkoordinasi dengan forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama akan lebih mudah," ujarnya.

Ditambahkan, terjaganya profesionalisme dalam birokrasi akan menciptakan situasi yang aman dan damai di Jatim. Terjaganya keamanan dan kedamaian akan berimbas pada ekonomi yang bagus. 

"Ada sekitar Rp328 triliun investasi yang antri di Jatim, dengan syarat kondisi keamanan selalu terjaga," jelasnya. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)