logo rilis
Pengusaha Ini Akui Berikan Uang Suap ke Mantan Anak Buah Budi Karya
Kontributor
Tari Oktaviani
21 Maret 2018, 12:32 WIB
Pengusaha Ini Akui Berikan Uang Suap ke Mantan Anak Buah Budi Karya
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Penyuap perizinan di Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan 2017, Adi Putra Kurniawan mengaku dirinya pernah memberikan uang sebesar Rp300 juta untuk mantan dirjen perhubungan laut Kemenhub Antonius Tonny Budiono. 

Uang itu diberikannya sebagai ucapan terima kasih karena Antonius telah memberikan surat izin kerja keruk (SIKK) untuk PT Indominco Mandiri, PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang pengerukannya dilakukan oleh PT Adhiguna Keruktama.

Adi Putra dalam hal ini sebagai komisaris dari PT Adhiguna Keruktama. Ia mengaku memberi uang itu untuk operasional Antonius.

"Saya pernah memberikan uang Rp300 juta kepada Antonius dengan cara membuka tabungan untuk operasional aja," kata Adi Putra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Kepada Majelis Hakim dirinya mengaku terbiasa dalam memberi uang operasional sebagai ucapan terima kasih. Untuk itu lah menjadi alasan pembukaan rekening atas nama palsu hanya untuk memberi uang terima kasih kepada beberapa pihak tersebut.

"Terima kasih, satpam aja saya terima kasih. Bagian dermaga padahal, beliau nggak bagian pengerukan. Ya memang seperti itu. Orang bilang saya bodoh, tapi saya ya makasih," tegasnya.

Sebelumnya, Adi Putra Kurniawan yamg juga menjadi terdakwa dalam kasus ini pernah mengaku membuka rekening atas nama Joko Prabowo yang diserahkan kepada mantan Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tony Budiono. 

Ia mengatakan, nama rekening tersebut terinspirasi dari dua kandidat calon presiden dalam pemilihan Presiden 2014 Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Dalam kasus ini, Antonius didakwa menerima suap Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. Uang suap tersebut terkait proyek pekerjaan pengerukan alur Pelabuhan Pulang Pisau Kalimantan Tengah tahun 2016 dan pekerjaan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur tahun 2016.

Selain itu, uang Rp2,3 miliar itu diberikan karena Antonius telah menyetujui penerbitan surat izin kerja keruk (SIKK) untuk PT Indominco Mandiri, PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten.

Kemudian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang pengerukannya dilakukan oleh PT Adhiguna Keruktama.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)