logo rilis
Pengungsi Palestina Tanggung Derita Serangan Rezim Bashar al-Assad
Kontributor
Syahrain F.
24 April 2018, 18:44 WIB
Pengungsi Palestina Tanggung Derita Serangan Rezim Bashar al-Assad
Anak-anak korban berduka selama upacara pemakaman warga Palestina Said Muhammed Vehbe (18) yang dibunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi damai perbatasan "Great March of Return", di Khan Yunis, Gaza pada 23 April 2018. Credit: Anadolu Agency/Ali Jadallah

RILIS.ID, Damaskus— Pasukan rezim Suriah Bashar al-Assad melancarkan serangan intensif ke kawasan-kawasan yang dikuasai Daesh (ISIS) di Kamp Yarmouk, yang merupakan daerah pengungsi Palestina di selatan Damaskus.

Setelah menguasai sebagian besar wilayah Ghouta Timur, pasukan rezim pada Kamis lalu mulai melancarkan serangan ke Yarmouk, yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh Daesh. Negosiasi yang dilakukan rezim agar Daesh mengosongkan daerah yang telah dikepung sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Kantor berita Anadolu Agency melaporkan, rezim Assad setidaknya telah meluncurkan lebih dari 300 serangan udara ke kawasan tersebut dalam lima hari.

Sumber lokal mengatakan, rezim Assad dan kelompok-kelompok yang didukung Iran, telah membentuk koridor bagi anggota Daesh agar mereka dapat mencapai daerah gurun Homs melalui di provinsi As-Suwayda di tenggara Damaskus.

Menurut data Kelompok Aksi untuk Palestina, 20 pengungsi Palestina meninggal dunia di Yarmouk, di mana 336 barel bom dan 150 rudal telah diluncurkan sejak awal operasi.

Kamp Yarmouk
Kamp Yarmouk adalah sebuah permukiman dengan luas 16 kilometer persegi dan berjarak 8 kilometer dari selatan Damaskus. Sebagian besar penduduknya adalah pengungsi Palestina.

Kelompok ekstremis Daesh menguasai area seluas delapan kilometer persegi di bagian barat Yarmouk, sementara Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menguasai area seluas tujuh kilometer persegi di bagian timur kawasan tersebut.

Sedangkan areal seluas satu kilometer persegi di utara Kamp Yarmouk dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim, Hayat Tahrir al-Sham.

Kawasan yang dikuasai Daesh di Yarmouk, yang telah dikepung oleh rezim dan kelompok dukungan Iran selama sekitar lima tahun terakhir, merupakan rumah bagi 2.500 keluarga yang sebagian besarnya adalah pengungsi Palestina.

Sementara itu, sekitar 100 ribu warga sipil yang tinggal di daerah yang dikuasasi FSA juga berada dalam pengepungan.

Seorang warga asal Gaza yang tinggal di daerah yang dikuasai oposisi, Um Fida (65) mengatakan, "Mereka ingin kami meninggalkan rumah kami. Kami tidak ingin pergi. Kami telah membesarkan anak-anak kami di sini, agar kelak mereka dapat kembali ke Palestina,” katanya.

“Kami sudah terbiasa hidup tanpa listrik dan air atau kelaparan. Dulu ada 750 ribu orang di sini. Sampai tahun 2010, wilayah kami bersaing dengan Damaskus dalam hal perdagangan dan produksi,” tambah dia.

Daesh yang menduduki 95 persen Kamp Yarmouk, juga menguasai sejumlah permukiman di sekitar wilayah tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)