logo rilis

Pengganti Dirdik KPK Harus Lepaskan Stigma Kepanjangan Tangan Kepolisian
Kontributor
Tari Oktaviani
04 April 2018, 15:16 WIB
Pengganti Dirdik KPK Harus Lepaskan Stigma Kepanjangan Tangan Kepolisian
Ilustrasi KPK. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, — Peneliti pada Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), Feri Amsari, menilai sosok yang perlu diperhatikan untuk mengganti Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aris Budiman, ialah sosok yang mampu melepaskan stigma kepolisian.

Dalam arti, apabila nantinya yang terpilih dari kepolisian maka orang itu harus menghilangkan asumsi bahwa dirinya kepanjangan tangan kepolisian.

"Dirdik kemungkinan orang polisi lagi ya. Menurut saya Dirdik yang baru tentu harus menghilangkan asumsi bahwa dia adalah perpanjangan tangan dari kepentingan kepolisian," kata Feri saat berbincnag dengan rilis.id, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut Feri hal itu penting. Sebab, ketika berada di KPK, maka harus bertanggung jawab penuh terkait tugas dan fungsi lembaga KPK. Kendati begitu, ia mengakui hal itu cukup sulit dijalankan.

"Hal itu tentu saja berat karena semangat korps akan sulit dilunturkan. Namun demikian dirdik yang baru harus membangun kedekatan emosional di KPK baik kepada lembaga maupun individu pegawai KPK," tegasnya.

Sementara itu, ia juga mendukung keputusan KPK untuk melakukan seleksi ulang, lantaran belum menemukan sosok yang tepat dari tiga nama yang disodorkan oleh kepolisian. Menurutnya, KPK memang perlu berhati-hati dalam memilih pengganti Aris Budiman, mengingat kewenangannya sangat penting.

Ia pun menilai, meski akan memakan waktu lama namun dipastikannya hal itu tidak akan mengganggu kinerja KPK. Namun begitu, Feri mengimbau, KPK harus perlu mendengarkan masukan dari masyarakat sipil.

"Nggak berpengaruh (kinerja KPK). Pada prinsipnya sistem administrasi kelembagaan tidak akan tutup tanpa ada orang, kan bisa Plt. Pilihan KPK untuk seleksi ulang itu paling tepat untuk memberi ruang publik terlibat," katanya.

KPK belum mendapatkan Direktur Penyidikan yang sesuai kriteria. 
Dari beberapa calon yang lolos hingga seleksi akhir, rupanya belum ada sosok yang tepat menggantikan Aris Budiman.

Adapun untuk posisi Direktur Penyidikan KPK, hanya terdapat tiga nama dari institusi Polri, yakni Edy Supriyadi, Andy Hartoyo dan Djoko Poerwanto.

Oleh karena itu, penyidik melakukan seleksi ulang untuk mengisi posisi Direktur Penyidikan KPK itu. "(Calon) Dirdik-nya mungkin bisa dilakukan pengulangan, karena kami belum menemukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jakarta, Rabu (4/4).

Menurtu Agus, meskipun para calon yang mendaftarkan diri ke KPK merupakan pejabat Polri dan Kejaksaan bahkan dari internal KPK itu sendiri, namun hingga saat ini Agus berujar Pimpinan belum merasa ada yang pas.

"Tidak ada yang sesuai dengan kompetensi yang kita inginkan. Iya baik dari internal maupun polisi," tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya bakal membuka kembali seleksi posisi Dirdik KPK itu. Agus berharap, nama-nama yang didaftarkan memiliki kompetensi sesuai standar KPK dan latar belakang yang baik.

"Ya paling tidak kompetensi ya cukup, background check-nya juga," ujar Agus.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)