logo rilis
Pengamat Komunikasi Politik: Dialog Bagian dari Kampanye, Aksi Herman Tak Elok
Kontributor
Tari Oktaviani
01 April 2018, 13:32 WIB
Pengamat Komunikasi Politik: Dialog Bagian dari Kampanye, Aksi Herman Tak Elok
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo menilai sikap meninggalkan acara (walk out) calon Gubernur Lampung Herman HN kurang elok di mata publik. Menurutnya, sebuah dialog dalam suatu acara adalah bagian dari proses kampanye dan juga sebagai proses komunikasi politik sehingga perlu diperhatikan.

Suko menjelaskan, dalam hukum komunikasi, seorang komunikator atau narasumber harus berpegang pada hukum komunikasi yang harus memenuhi prasarat REACH (respect, emphaty, audible, clarity dan humble).

"Nah, dari hukum ini tampaknya tindakan meninggalkan acara (walk out) itu tidak memenuhi kriteria prasarat. Dampaknya komunikasi menjadi gagal dan melahirkan efek kurang elok untuk mencari dukungan publik padahal kan maunya cari simpati," ungkapnya kepada rilis.id, Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Ia mengungkapkan, jika pun berpekara dengan moderator maka harusnya Herman HN tidak harus melakukan walk out namun sebaiknya disampaikan keberatannya di dalam acara itu.

"Pemimpin harus bisa mengelola gaya konunikasinya di depan publik. Harus bisa menahan diri dan humble," tegasnya.

Sebelumnya, calon Gubernur Lampung nomor urut 2 ini melakukan aksi walk out atau meninggalkan acara “Berkarya dan Berinovasi untuk Bangsa” yang digelar di Kampus Universitas Lampung, Sabtu (31/3/2018). Acara ini juga sekaligus membedah visi misi calon kepala daerah Lampung.

Wali Kota Bandarlampung nonaktif ini mengaku kecewa dengan perlakuan panitia acara, karena tidak memberikan jatah waktu seperti yang sudah ditetapkan.

"Saya ini lagi menyampaikan visi dan misi, belum sampai 10 menit, sudah dibilang waktunya habis," kata dia kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung Muhammad Fauzul Adzim angkat suara terkait aksi walk out Herman HN. Menurut dia, acara tersebut sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap) sejak awal jalannya diskusi.

"(Soal waktu) Itu saya rasa hanya hal yang teknis, biasa terjadi kesalahpahaman antara moderator dan Herman," ujarnya.

Ia menghormati sikap Herman HN untuk tidak melanjutkan diskusi. Mahasiswa, kata dia, tidak kecewa dengan hal-hal kecil semacam itu.

"Masalah itu kami anggap hal biasa, dan tidak kecewa berat, kita fokus pada substansi bedah visi," ujar dia.

Fauzul menegaskan bedah visi misi itu untuk melihat pemimpin-pemimpin Lampung yang maju dalam kontestasi Pilgub 27 Juni. "Tadi saat diklarifikasi lagi ke Herman HN, bahwa dia juga ada kegiatan setelah ini," ungkapnya.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)