Home » Peristiwa » Nasional

Pengamat Timur Tengah: KPK Saudi Mengada-ada

print this page Selasa, 7/11/2017 | 11:55

FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Panasnya suhu politik di Timur Tengah semakin menjadi. Arab Saudi sebagai negara yang memiliki minyak terbesar di dunia, bakal menghadapi konflik politik internal.

Pengamat Politik Timur Tengah Faisal Assegaf mengatakan, suhu politik di Arab Saudi akan menjadi panas. Pasalnya, Komite Antikorupsi yang diketuai Pangeran Mohammed bin Salman melakukan penangkapan terhadap belasan pangeran dan belasan menteri terlihat syarat politis. 

"Kalau menurut saya alasan korupsi itu mengada-ada. Sebenarnya yang terjadi adalah keanehan. Ketua komite antikorupsi adalah putra mahkota anaknya Raja Salaman.
Itu dituntut beberapa jam sebelum penangkapan. Jadi ini sungguh aneh tidak ada prosedur hukum, belum ada pemeriksaan, belum ada penyeledikan tiba-tiba langsung ditangkap," kata Faisal kepada rilis.id, Selasa (7/11/2017).

Dia menambahkan, penangkapan tersebut merupakan suatu keganjalan.

"Jadi saya melihat sebagai bentuk upaya putra mahakota (Pangeran Mohammed bin Salman) untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya sebelum dia naik tahta menggantikan ayahnya," tambahnya. 

Dia mengatakan, manuver politik ini terjadi sejak bulan lalu karena Pangeran Alwaleed bin Talal tidak memberikan dana bantuan mengenai Mega-Proyek NEOM di barat, Arab Saudi. 

"Pangeran Alwaleed diminta mendanai, tapi dia menolak," katanya.

Selain itu, ayah Pangeran Alwaleed, Talal bin Abdulaziz juga kerap mengkritik kebijakan Arab Saudi. Maka, ia pun mengasingkan diri ke Mesir.   

"Sama kaya Pangeran Alwaeed ini juga suka mengkritik Raja Salman sebenarnya dua alasan itu ditahan," tuturnya.

Sebelumnya, Lembaga baru Arab Saudi yang menangani tindak korupsi, Komite Antikorupsi menangkap sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri di Arab Saudi pada Sabtu (4/11).

Tidak lama Komite Antikorupsi itu terbentuk yang dikepalai putra raja Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman langsung merilis surat penangkapan dan pencekalan ke luar negeri.

Dilansir Saudi Press Agency memberitakan, pemerintah Arab Saudi tidak mengungkapkan secara jelas kasus apa saja yang dituduhkan kepada mereka.   

Dari beberapa yang ditangkap, The New York melaporkan salah satu yang ditangkap adalah Pangeran Alwaleed bin Talal. Diketahui ia merupakan seorang miliarder dan kekayaannya diinvestorkan di perusahaan internasional bahkan majalah Forbes menobatkan Alwaleed sebagai orang terkaya di dunia.

Penulis Sukma Alam

Tags:

Arab SaudiPangeran Mohammed bin SalmanPangeran Alwaleed bin Talalkorupsi