logo rilis

Pengamat: TGB Sosok Pengisi Ruang Ideologis Prabowo
Kontributor

29 Maret 2018, 12:03 WIB
Pengamat: TGB Sosok Pengisi Ruang Ideologis Prabowo
Tuan Guru Bajang (TGB). FOTO: Twitter/@tgb_id

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor menyatakan Tuan Guru Bajang (TGB) dianggap mampu mengisi ruang ideologis Prabowo Subianto, calon Presiden dari Partai Gerindra yang dianggap total membela kepentingan muslim.

"Oleh karena itu, TGB harus mampu mendongkrak dirinya, dari popularitas sampai pada ruang ideologis. Apalagi jika hendak dijadikan calon wakil presiden Prabowo Subianto," katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Kamis (29/3/2018). 

Firman menilai, TGB harus mampu artikulatif dan populer di masyarakat di semua kalangan, meski saat ini TGB dianggap cukup populer di kalangan muslim. 

Namun, untuk kadar artikulasi untuk menyeimbangkan dirinya dengan Prabowo masih belum cukup, tapi peluang TGB cukup besar.  

"Hanya saja, belum tentu menjamin kriteria yang diinginkan koalisi Partai Gerindra. Masih banyak pertimbangan,” kata Firman.

TGB adalah cucu dari TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid atau dikenal Tuan Guru Pancor, sang pendiri organisasi islam terbesar Di Nusa Tengga Barat (NTB), yakni, Nahdlatul Wathan dan pendiri pesentren Darul-Nahdlatain. 

Pada 2004, ia menjadi Anggota DPR RI melalui Fraksi Partai Bulan Bintang. 

Pada 2008, menjadi Gubernur NTB. Di tahun 2013, TGB kembali memimpin NTB. 2019, TGB digadang jadi cawapres.  

Menurut survei Polcomm, TGB memiliki elektabilitas 1,75 persen yang mengungguli Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono.  

Pengamat politik Centre for Presidential Studies Universitas Gadjah Mada (CfPS UGM), Muhammad Taufik menilai, TGB  potensial menjadi cawapres Prabowo.  

Tingkat keterpilihan TGB menjadi kekuatan Prabowo untuk mendulang suara dari luar Jawa. 

Apalagi, sejumlah nama yang beredar sebagai kandidat cawapres Jokowi, mayoritas dari Jawa.

"Karena, calon-calon wapres Jokowi yang lagi trending sekarang, basis massanya di Jawa dan Sumatera," jelasnya.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)