Home » Peristiwa » Nasional

Pengamat: Presiden Jokowi Letoy terhadap Myanmar

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Presiden Jokowi diminta pengamat untuk tegas kepada Myanmar. FOTO: Biro Pers Istana

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap mengkritik sikap Presiden Jokowi yang sangat lunak terhadap Pemerintah Myanmar.

Menurut Muchtar, sikap Presiden Jokowi yang akan mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi datang langsung atau berkunjung ke Myanmar seharusnya tidak perlu.

"Sikap Jokowi harus memberi pernyataan mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap warga Rohingya itu, diplomasinya jangan lembek," kata Muchtar kepada rilis.di di Jakarta, Sabtu (2/8/2017).

Seharusnya, kata Muchtar, Presiden Jokowi menggalang kekuatan bersama kepala-kepala negara Asia Tenggara lainnya untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi ASEAN dengan tujuan memberikan tekanan politik ekonomi atau sanksi diplomatik terhadap Pemerintah Myanmar. 

“Kalau perlu Jokowi menuntut ASEAN mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan," tegasnya.

Presiden juga harus mendorong dan mengampanyekan agar PBB menggunakan hak intervensi kemanusiaannya untuk melindungi serta langsung memecahkan permasalahan yang dihadapi warga Rohingya akibat aksi kekerasan ilimternya tersebut.

Aksi kekerasan ini, tambah Muchtar, sudah berulang kali dilakukan negara Myanmar terhadap warganya.

Untuk itu, PBB perlu mengirim pasukan perdamaian di lokasi hingga tidak terjadi lagi aksi kekerasan itu.

"Prinsip intervensinya berpedoman pada prinsip-prinsip kemanusiaan universal dan intervensi untuk membebaskan umat manusia dari aksi kekerasan di setiap negara. Kalau tidak, Jokowi buat saja petisi di medsos, negara lain juga akhirnya ikut," pungkas alumnus UGM itu.

Penulis Tio Pirnando
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

rohingnyapembantaian rohingnyamyanmarjokowipelanggaran ham

loading...