logo rilis
Pengamat Prediksi 3 Pasang Kandidat Ikuti Pilpres 2019
Kontributor
Budi Prasetyo
12 Januari 2018, 05:03 WIB
Pengamat Prediksi 3 Pasang Kandidat Ikuti Pilpres 2019
Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro (kanan). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Surabaya— Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 diprediksi hanya akan diikuti dua atau tiga pasangan calon. Sebab, Mahkamah Konstitusi menolak uji materi (judicial review) terkait ambang batas presidensial (presidential threshold) pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

"Maksimal hanya akan ada tiga pasang calon. Saya, kok enggak yakin hanya dua pasang saja," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/1/2018).

Sejumlah elemen kelompok sipil, akademisi, dan partai menggugat Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) ke MK, beberapa waktu lalu. Dalam putusannya, Kamis, MK menolak mengabulkan permohonan tersebut, namun disertai perbedaan pendapat (dissenting opinion).

Dengan demikian, salah satu syarat untuk mengajukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019 mendatang seperti "pesta demokrasi" tiga tahun silam. Yakni, pasangan kudu diusung partai politik atau gabungannya yang memperoleh 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional.

Wiwiek, sapaannya, menambahkan, aturan ambang batas 20 persen itu pun tak mungkin menyebabkan partai gurem dan menengah berkoalisi dengan partai besar dalam mengusung kandidat. "Karena, mereka, kan tidak bisa mencalonkan sendiri," jelasnya.

Menurutnya, peta politik pada Pilpres 2019 masih dinamis. Hal tersebut tercermin dari koalisi partai dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang cenderung cair. 

"Kalau menurut saya, tidak paralel dan tidak ada empirik yang menunjukkan, bahwa polanya bisa sebangun," pungkasnya. 


#Pilpres 2019
#LIPI
#Siti Zuhro
#UU Pemilu
#Presidential Threshold
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)