logo rilis
Posisi Tawar Tinggi, Pengamat: Pencapresan Prabowo Tergantung PKS
Kontributor
Nailin In Saroh
15 April 2018, 20:30 WIB
Posisi Tawar Tinggi, Pengamat: Pencapresan Prabowo Tergantung PKS
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan mulai menggodok nama-nama calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pasca diberikannya mandat kepada Prabowo untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2019, calon wakil presiden pendampingnya pun menjadi pertanyaan. 

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai PKS memiliki daya tawar tinggi untuk memilih cawapres Prabowo di Pilpres 2019. Hal itu lantaran, pencapresan Prabowo tak lepas dari hubungan Gerindra dan PKS yang terjalin saat ini.

"Saya melihatnya pencapresan Prabowo ini sangat tergantung dengan teman mesra koalisinya yaitu PKS, kalau PKS cabut dukungan itu otomatis sulit bagi Prabowo untuk menuju 2019 karena kuota 20 persen ambang batas pencapresan," ujar Adi di Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Karenanya, lanjut Adi, wajar jika PKS menginginkan posisi cawapres diisi oleh kader internal dari jumlah 9 kandidat yang telah disiapkan PKS.

Namun menurutnya, justru hal itu menjadi dilema kedua partai, lantaran sembilan nama tersebut dinilai tidak memiliki elektabilitas siginifikan. Padahal, cawapres yang dibutuhian Prabowo harus mampu mendongkrak elektabilitas dan mengalahkan capres dari pejawat Joko Widodo.

"Ini memang dilematis karena PKS adalah salah satu kunci maju tidaknya Prabowo dalam capres. Tapi dalam saat bersamaan cawapres PKS memiliki elektabilitas yang rendah," jelas Adi.

Adi mengatakan, hal itu juga membuat kedua partai perlu mengkaji lebih matang soal cawapres Prabowo, apakah dari internal kader PKS atau tidak. Ia menambahkan, kedua partai juga harus mampu mengukur peluang-peluang pasangan untuk mampu mengalahkan Jokowi.

Adi melanjutkan, itu juga kemudian memunculkan nama lain di luar sembilan nama kader PKS seperti Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan yang didorong menjadi cawapres Prabowo.

"Inilah yang kemudian saya membaca akan ada dinamika pembahasan soal capres Prabowo 2019. Kan prabowo tidak bisa matok harga tinggi juga karena tergantung PKS juga. Sementara PKS ketika memaksa kader yang tidak memiliki elektabilitas tinggi juga dilematis," jelas Adi.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)