Home » Peristiwa » Nasional

Pengamat Politik Yakin Marsekal Hadi Tjahjanto Jadikan TNI Tentara Modern

print this page Rabu, 6/12/2017 | 15:35

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto hadir menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Hadi merupakan calon yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memang sedang hangat diperbincangkan. Rencananya, posisi Panglima TNI akan digantikan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Selama menjabat menjadi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memang sudah dikenal banyak khalayak luas. Pasalnya, selama masa jabatannya, dirinya sering melakukan road show ke berbagai daerah seperti mengelilingi kampus, pesantren, dan beberapa tempat lainnya.

Menurut Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago, hal tersebut dilakukan Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengambil hati masyarakat demi kepentingan politiknya. Tindakan seperti itu seharusnya tidak dilakukan lantaran tugas menjadi TNI ialah menegaskan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan negara.

“Ya harusnya Panglima TNI tugasnya sesuai apa yang ditugaskan saja, jangan malah keluar jalur,” kata Pangi saat dihubungi rilis.id, di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Berbeda dengan Jenderal Gatot, Pangi meyakini bahwa calon Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan mampu memberikan peran terbaiknya di dalam TNI.

“Saya pikir yang baru ini akan fokus menjadikan TNI sebagai tentara modern,” jelas Pangi yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting.

Pangi juga mengatakan, calon Panglima TNI yang sekarang ini akan fokus memajukan TNI dan mengurus baraknya dengan baik tanpa berurusan dengan partai politik mana pun. Selain itu, tidak akan ada lagi kunjungan ke pesantren atau kampus yang tujuannya hanya untuk menarik simpati masyarakat.

“Yang sekarang ini jangan lah ditarik-tarik ke politik praktis, karena yang saya tahu itu sebelumnya Jenderal Gatot yang ditarik-tarik masuk ke partai politik,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Pangi mengungkapkan, Panglima TNI yang baru nantinya harus lebih memperhatikan kesejahteraan para anggotanya dan mengganti beberapa peralatan yang dibutuhkan TNI saat bekerja.

“Kita sudah tahu kondisinya bagaimana, mereka disokong dengan mesin pra rongsokan yang sudah tidak layak untuk digunakan lagi,” katanya.

Untuk itu ia berharap kelayakan dan kelengkapan peralatan yang menunjang tugas TNI lebih diperhatikan lagi. Jadikan TNI yang modern dengan diperkuat senjata-senjata canggih agar dapat bekerja secara maksimal.

“Jangan sampai kita memakai barang rongsokan itu lagi karena sekarang ini sudah ada prajurit yang meninggal gara-gara barang yang tidak layak itu,” tutupnya.

Penulis Bonita Ningsih
Editor Sukarjito

Tags:

Panglima TNIHadi Tjahjanto