logo rilis
Pengamat Politik: Demokrat Bukan Kunci Pembentukan Poros Baru
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
27 April 2018, 11:13 WIB
Pengamat Politik: Demokrat Bukan Kunci Pembentukan Poros Baru
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Fathorrahman Hasbul, menilai Partai Demokrat bukan kunci terbentuknya poros baru untuk menandingi Presiden Joko Widodo. Justru, peluang terciptanya poros baru itu bergantung pada Partai Golkar.

"Karena Golkar pemenang kedua. Artinya, poros baru sebetulnya kuncinya ada di Golkar. Bukan di Partai Demokrat," kata Fathor kepada rilis.id, Jumat (27/4/2018).

Sebagai partai pemenang kedua dalam Pemilu 2014, sambung Fathor, sudah selayaknya Golkar membangun koalisi dengan mengusung capres dan cawapresnya sendiri. Menurutnya, jangan sampai justru partai berlambang pohon beringin itu kehilangan momentumnya di Pilpres 2019 mendatang.

"Pemenang pemilu (PDIP) mengajukan capres, pemenang ketiga (Gerindra) capres, masa pemenang kedua tak punya capres. Kalau enggak lihai Golkar bisa kehilangan momentum lagi seperti Pilpres 2014," ujarnya.

Golkar, lanjut dia, bisa melakukan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk membentuk poros baru. Kedua partai itu, menurutnya, memiliki komposisi yang ideal, yakni nasionalis-religius.

"Potensi koalisi keduanya cukup terbuka. Gerindra, PKS, dan PAN kemungkinan besar satu ranjang . Jika pun ada poros tengah Demokrat-PKB, itu belum memenuhi syarat PT (presidential treshold)," paparnya.

Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melakukan safari politik dengan mengunjungi senior yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Golkar,  Akbar Tandjung pada Rabu (25/4/2018). 

Tak hanya itu, Cak Imin yang sudah mendeklarasikan diri sebagai cawapres itu juga sebelumnya telah menemui Wakil Presiden sekaligus juga senior Golkar, Jusuf Kalla. 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)