logo rilis
Pengamat: Pilpres Dua Putaran, Jokowi Bakal Tumbang
Kontributor
Sukma Alam
07 Mei 2018, 08:43 WIB
Pengamat: Pilpres Dua Putaran, Jokowi Bakal Tumbang
Pengamat Politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi. FOTO: RILIS.ID/Taufiq Saifuddin.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memprediksi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bakal diikuti tiga pasangan calon presiden. Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari peta politik akhir-akhir ini. 

Sejumlah partai belum juga mendeklarasikan dukungan. Pasalnya, Parpol menginginkan nama di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto. 

"Partai-partai yang tidak puas dengan sikap koalisi pendukung Jokowi maupun Prabowo, kemungkinan membentuk poros ketiga," ujar Pangi  dalam keterangan persnya yang diterima rilis.id di Jakarta, Senin (6/5/2018).

Ia memprediksi, poros ketiga bakal mengusung Gatot Nurmantyo sebagai capres. Bahkan, kata dia, Pilpres akan berlangsung dua putaran.

Menariknya, bila poros ketiga terjadi Jokowi bakal kalah. Karena, lanjutnya, ketika muncul nama baru seperti Gatot, besar kemungkinan suara akan terpecah.

"Dugaan saya, skema yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu kemungkinan bisa terulang. Poros yang enggak masuk putaran kedua bergabung dengan lawan Jokowi. Jadi intinya, asal bukan Jokowi," ucapnya.

Menurutnya, dua kelompok anti-Jokowi yang bersatu di putaran kedua kemungkinan secara massif akan mengampanyekan mantan gubernur DKI Jakarta itu gagal menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan selama ini tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Isunya, soal kemiskinan cukup seksi untuk diangkat. Contoh paling nyata terkait daya beli masyarakat yang menurun. Ibu-ibu ke pasar bawa uang Rp50 ribu itu enggak cukup. Ongkosnya saja pulang pergi sudah berapa. Itu belum harga beras
yang dan kebutuhan pokok lain yang melonjak naik," katanya.

Ia memprediksi isu kemiskinan akan dikaitkan dengan derasnya arus tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, khususnya dari Tiongkok.

"Jadi sekali lagi, kalau pilpres dua putaran dan calon yang diusung  poros ketiga adalah Gatot, maka Jokowi bisa terancam kalah," pungkasnya.


500
komentar (0)