logo rilis

Pengamat: Mahfud MD Bukan Kecewa Kepada PKB, tetapi...
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
16 Agustus 2018, 22:00 WIB
Pengamat: Mahfud MD Bukan Kecewa Kepada PKB, tetapi...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, mengatakan, testimoni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD beberapa hari lalu bukan karena kecewa dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Pasalnya, PKB pernah memperjuangkan Mahfud sebagai cawapres Joko Widodo pada Pilpres 2014 lalu. Selain itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga sama-sama menjadi korban seperti Mahfud MD terkait cawapres di Pilpres 2019.

Menurut Taufik, akar permasalahannya adalah pada diri Jokowi dan PBNU yang bermanuver di menit-menit akhir dalam penentuan cawapres. 

"Pernyataan Said Aqil (Ketum PBNU) dan Robikin Emhas (Ketua PBNU) yang tidak mengakui Mahfud sebagai kader dan tidak bertanggung jawab kalau Jokowi memilih cawapres yang bukan kader NU jelas memojokkan Jokowi sekaligus menampar martabat Mahfud," katanya kepada rilis.id, Kamis (16/8/2018). 

Mahfud, lanjut Taufik, sudah dua kali dikecewakan oleh Jokowi terkait cawapres. Sehingga, menurut dia, menjadi wajar bila Mahfud merasa kecewa meskipun tak ditunjukkan langsung kepada publik. 

"Dia berhak marah karena usahanya mencapai itu tidak singkat. Setelah gagal menjadi cawapres tahun 2014, Mahfud MD menyeberang ke timses Prabowo (capres Prabowo Subianto). Setelahnya kembali lagi ke istana memperbaiki hubungan dengan Jokowi. Tetapi di saat ini akan benar-benar sukses, dia harus dikecewakan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menceritakan proses kegagalan dirinya menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku dijegal oleh kader NU melalui ancaman akan meninggalkan Jokowi bila tak pilih kader dari organisasi massa Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Hal itu dikatakan Mahfud dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne, pada Selasa (14/8/2018). 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)