Home » Peristiwa » Nasional

Pengamat: Land Reform Itu Ambil Tanah Sinarmas dan Lippo yang Nganggur

print this page Jumat, 13/10/2017 | 18:43

Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi soal land reform atau reforma agraria. Land reform yang dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan petani salah kaprah. 

Nawacita Jokowi soal bagaimana mendorong kesejahteraan petani, bukan pada konsep seperti yang dikerjakan sekarang.

"Menurut saya yang namanya land reform itu adalah bagaimana mengambil tanah-tanah Sinarmas, Lippo dan lainnya yang tidak digarap," kata Syahganda kepada rilis.id, Jumat (13/10/2017).

Land reform yang dilakukan sekarang, menurut Syahganda tidak tepat. Distribusi tanah hutan kepada rakyat tidak sesuai dengan semangat pengelolaan hutan yang ada.

"Land reform salah kaprah. Seharusnya mengambil tanah konglomerat yang terlantar tapi yang diambil malah tanah kehutanan," kata Syahganda

Syahganda juga mendorong agar tanah reklamasi juga bisa dibagikan kepada masyarakat  miskin kota. Dia berharap, gubernur DKI Jakarta terpilih yang akan dilantik 16 Oktober mendatang berani untuk menyita dan mengambil alih lahan reklamasi tersebut.

"Reklamasi itu kita harapkan nanti gubernur Anies menyita, diganti rugi per ongkos tanah bagikan kepada masyarakat miskin kota dan nelayan. Itu yang disebut land reform," pungkas Syahganda.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

land reform reforma agraria petani nelayan konglomerat

loading...