logo rilis
Pengamat Ini Sarankan Jokowi Jangan Pilih Cawapres dari Parpol
Kontributor
Budi Prasetyo
29 Maret 2018, 13:22 WIB
Pengamat Ini Sarankan Jokowi Jangan Pilih Cawapres dari Parpol
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai, peluang Joko Widodo (Jokowi) untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2019, lebih berat bila memilih Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari partai politik. 

"Kalau yang dipilih Jokowi dari unsur Parpol memang berat. Jika salah memilih maka wakilnya akan berat," katanya ketika dikonfirmasi rilis.id, Kamis (29/3/2018).

Dia mengatakan, pemilih di Indonesia sudah rasional, sehingga dibutuhkan figur baru untuk menarik pemilih. 

"Pemilih Indonesia mulai realistis jadi mereka ingin kandidat yang alami tidak pencitraan," katanya. 

Menurut dia, Jokowi juga perlu memikirkan wakil yang merepresentasikan wilayah Indonesia Timur. Dengan demikian, upaya menarik pemilih dari wilayah itu akan mudah. 

"Model pemimpin yang tidak pencitraan pada saat ini bisa memantik magnet besar apalagi beliau juga representasi Indonesia timur yang sejauh ini bisa mematik sentimen dalam kontestasi nasional," pungkasnya. 

Diketahui, Presiden Jokowi sudah didukung 7 partai politik untuk maju pada Pemilu 2019. Di antaranya, PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Golkar, Partai NasDem, PPP, PSI dan Partai Perindo.
 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)