logo rilis

Pengamat: Hoaks Ratna Sarumpaet Hanya Rugikan Diri Sendiri, Bukan Negara
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
04 Oktober 2018, 22:40 WIB
Pengamat: Hoaks Ratna Sarumpaet Hanya Rugikan Diri Sendiri, Bukan Negara
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat media sosial, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Iswandi Syahputra, mengatakan, informasi bohong alias hoaks yang dilakukan aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet hanya merugikan dirinya sendiri, bukan merugikan negara dan rakyat. 

Pasalnya, kata Iswandi, Ratna Sarumpaet hanya rakyat biasa, bukan pejabat negara.

"Hal ini berbeda jika hoaks atau kebohongan dibuat oleh pejabat negara," kata Iswandi melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (4/10/2018). 

Dia menilai, siapa pun tanpa terkecuali bisa saja menjadi korban hoaks, karena hoaks diciptakan mirip dengan kenyataan, sehingga mudah diterima sebagai kebenaran. 

"Hoaks adalah ketidakbenaran yang diproduksi secara sengaja untuk menyamarkan kebenaran," ujarnya. 

Menurut Iswandi, berita atau informasi hoaks seringkali menjadi kabur antara kebohongan, kecurangan, kejahatan dan kebenaran. 

Ini yang menyebabkan orang mudah percaya pada hoaks, terlebih disampaikan oleh tokoh publik.

Mantan Komisioner KPI Pusat itu mengungkapkan, dalam sejarah Islam juga pernah menunjukkan Nabi Muhammad menjadi korban hoaks.

"Kalau mengacu pada Al-Quran Surat Annur ayat 12 dan 15, Nabi Muhammad SAW juga pernah menjadi korban hoaks atau kabar bohong. Jadi, siapa saja dapat menjadi korban hoaks," ungkap dia. 

Sementara itu, Dekan Syari'ah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidempuan, Fatahuddin Aziz Siregar menjelaskan, mahasisa harus mengambil bagian sebagai agen pencegah hoaks.

"Dalam perspektif hukum, tindakan penyebaran hoaks dapat dicegah dengan memahami sanksi hukum dalam UU ITE. Sanksi ini harus terus diingat sebelum menyebar hoaks," pungkasnya.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID