logo rilis
Pengamat Duga Penutupan Alexis untuk Tutupi Isu Maladministrasi
Kontributor
Afid Baroroh
28 Maret 2018, 14:14 WIB
Pengamat Duga Penutupan Alexis untuk Tutupi Isu Maladministrasi
Bar, Diskotek, Diskotik Alexis. FOTO: RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menduga penutupan PT Grand Ancol Hotel atau Alexis sebagai pengalihan isu. 

Sebab sebelumnya, Ombudsman menemukan adanya praktik maladministrasi kasus penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Jatibaru, kawasan Tanah Abang oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

"Penutupan Alexis diduga pengalihan isu maladministrasi PKL Tanah Abang, Indikasi itu terlihat dari tertundanya penutupan Alexis sampai 5 hari sejak ditandatangani surat pencabutan TDUP Hotel Alexis," kata Trubus kepada rilis.id, di Jakarta, Rabu (28/3/2018). 

Menurutnya, untuk menutupi isu maladministrasi tersebut, Anies menguatkan keputusan penutupan dengan cara yang berbeda dari gubernur sebelumnya. Yakni, dengan selembar surat tanpa menurunkan pasukan TNI dan Polri. 

"Pernyataan itu tentu dimaksudkan untuk menyindir gubernur Ahok saat menutup Kalijodo. Mirisnya penutupan itu sendiri sesungguhnya tanpa investigasi yang mendalam," ujarnya. 

Karenanya, Trubus kembali mengatakan, ia menduga penutupan Alexis sebagai pengalihan isu maladiministrasi. Yakni, dengan cara penutupan yang syarat akan retorika di dalamnya. 

"Publik masih menunggu apakah penutupan Alexis benar-benar final, atau di kemudian hari tempat hotel itu dibuka kembali dengan nama yang berbeda," tukasnya. 

Diketahui, Anies Baswedan menegaskan penutupan PT Grand Ancol Hotel atau Alexis hanya mengandalkan sepucuk surat. Di dalamnya terdapat pencabutan Tanda Daftar Usaha Parwisata (TDUP). Hari ini, Alexis ditegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditutup.  

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)