logo rilis
Pengamat: Bercelana Cingkrang Bukan Berarti Teroris
Kontributor
Eroby JF
29 April 2018, 01:38 WIB
Pengamat: Bercelana Cingkrang Bukan Berarti Teroris
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jambi— Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) M Hamdan Basyar meminta komponen masyarakat tidak mudah langsung menghakimi seseorang terkait atau anggota jaringan terorisme.

"Untuk mendeteksi seseorang apakah terkait jaringan terorisme atau bukan tidak bisa langsung melihat secara fisik saja. Secara fisik sulit mengidentifikasi teroris, bercelana cingkrang bukan berarti teroris, jadi jangan mudah langsung menghakimi," kata M Hamdan Basyar di Jambi, Sabtu (28/4/2018).

Ia pun mengajak semua stakeholder dan masyarakat untuk mengidentifikasi teroris melalui gerak dan perilakunya.

Menurut dia, perbedaan teroris atau bukan teroris bisa dilihat dari berbagai kriteria dan gerak-geriknya, bukan cuma melihat dengan tampilan fisik saja.

"Biasanya mereka menggunakan identitas palsu. Mereka (teroris) juga biasanya tinggal tanpa izin dengan ketua RT atau kepala desa setempat," katanya.

Masyarakat, kata Hamdan, dapat mengidentifikasi teroris itu dengan cara melihat apakah seseorang itu bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya dan apakah mereka membeli bahan kimia dengan jumlah yang besar.

"Mereka (pelaku teroris) juga biasanya menyebarkan informasi, buku, pamflet, ataupun video dan juga mereka sering mengunjungi situs atau website radikal," ujarnya.

Hamdan menilai perlu dilakukan hubungan komunikasi di tengah masyarakat, terutama dalam membangun komunikasi positif antara TNI/Polri, pemerintah daerah dan juga antarsesama warga untuk mengantisipasi keberadaan jaringan teroris di tengah masyarakat.

Selain itu, Hamdan juga mendorong pemerintah desa untuk membuat aturan dan membuat peta geografis, demografis, sosiologis, ekonomi dan politik sebagai cara mengantisipasi bahaya radikal terorisme ini.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)