logo rilis
Pengamat Anggaran: Pengadaan Tas 'Bantuan Langsung Lempar' Jokowi Hal Wajar
Kontributor
Nailin In Saroh
23 April 2018, 12:23 WIB
Pengamat Anggaran: Pengadaan Tas 'Bantuan Langsung Lempar' Jokowi Hal Wajar
Presiden Joko Widodo. FOTO: Humas Setkab

RILIS.ID, Jakarta— LPSE Kementerian Keuangan merilis informasi lelang terkait pengadaan tas sembako bantuan presiden dengan nilai pagu Rp3 Miliar yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Direktur Center for Budget Analisys Ucok Sky Khadafi mengatakan, bantuan langsung tersebut sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya. 

Namun, berbeda dengan bantuan pada zaman Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut BLT atau Bantuan Langsung Tunai, justru bantuan era presiden Joko Widodo ini disebutnya sebagai BLL alias "Bantuan Langsung Lempar".

"Artinya bantuan Presiden Jokowi yang berasal dari APBN. Dan BLL ini disalurkan, ada yang melalui polisi, dengan sistem kupon, dan ada juga yang dilempar ke masyarakat biar jadi rebutan. Agar menjadi bahan ketawa pejabat yang mengikuti presiden," ujar Ucok saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Selain itu, menurutnya, proyek BLL ini lebih andal dan ampuh untuk memengaruhi rakyat daripada membuat baliho. "Seperti yang dilakukan Cak Imin atau Ketum PPP (Romahurmuziy) Romy," katanya.

Bak sambil menyelam minum air, lanjut Ucok, Bantuan Langsung Lempar ini sekaligus sarana petahana untuk berkampanye. "Dengan adanya anggaran Rp.3 miliar untuk BLL atau bantuan presiden buat rakyat, maka semakin meningkatkan ekebilitas Jokowi dibandingkan dengan calon presiden lain," bebernya.

Bantuan Rp3 miliar hanya untuk tas paket bantuan pun dinilai Ucok tidak kemahalan, yang penting, singgungnya, Jokowi bisa bagi-bagi kepada rakyat dengan uang APBN.

"Rp3 miliar jangan dilihat dari mahal atau tidak. Yang penting Rp3 miliar ini, bisa jadi paket sembako yang berdampak, ketika Presiden lagi kunker, banyak yang menunggu dan ramai," pungkasnya.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)