logo rilis
Pengamat: Aksi Cagub Herman HN Tak Patut Ditiru
Kontributor
Tio Pirnando
01 April 2018, 23:02 WIB
Pengamat: Aksi Cagub Herman HN Tak Patut Ditiru
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Yusdianto mengatakan aksi walk out yang dilakukan calon Gubernur (Cagub) Lampung Herman HN tak patut ditiru oleh masyarakat. Meskipun, walk out tersebut  merupakan haknya dalam bersikap karena merasa kecewa terhadap moderator bedah visi-visi.

"Secara etika sebgai calon memang kurang elok, namun dari sisi sikap boleh saja," kata Yusdianto kepada rilis.id, Minggu (1/4/2018).

Namun demikian, Yusdianto menyelesalkan juga mahasiswa yang menyelenggarakan acara tersebut. Harusnya panitia terlebih dahulu memaparkan, memberikan keterangan dengan jelas terkait proses aturan bedah visi-misi tersebut. 

"Dari awal harusnya penyelenggara dalam hal ini mahasiswa sudah sepatutnya memberi keterangn yang jelas terkait proses pelaksanaan bedah visi cagub baik itu durasi dan aturan pelaksanaan sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru," papar Yusdianto. "Dan berakhir dengn WO Herman HN," sambungnya.

Lebih lanjut, Yusdianto menilai, aksi WO tersebut tentu menjadi pelajaran penting bagi siapapun baik penyelenggara debat, cagub dan publik. Peristiwa tersebut, kata Yusdianto, harus menjadi peringatan dan catatan penting bagi semua pihak dalam menilai atas sosok pemimpin ke depan.

"Penyelenggara harus menjelaskan pola bedah visi dan cagub mengikuti aturan yang telah ditentukan dengan menunjukkan sikap kenegarawanan. Publik, dapat menilai gagasan, kapasitas dan integritas cagub," terangnya.

Sebelumnya, cagub nomor urut 2 itu meninggalkan acara bedah visi-misi calon gubernur dan calon wakil gubernur Lampung yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung di Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Lampung.

Calon dari PDIP dengan 17 kursi ini merasa kecewa dan diberlakukan tidak adil saat pemaparannya di depan para masasiswa.

Ia mengatakan bahwa panitia tidak profesional dalam mengelar acara tersebut.  "Saya kecewa, saya baru 2 sampai 5 menit ngomong di depan tapi dibilang sama moderator sudah 10 menit ngomong. Ini kan nggak bener istilahnya serong, jangan bohong-bohongin, keluar saya," ancam Herman HN.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)