logo rilis
Pengamat: AHY Menteri, Demokrat Siapkan Chairul Tanjung Jadi Cawapres
Kontributor
Nailin In Saroh
17 April 2018, 11:45 WIB
Pengamat: AHY Menteri, Demokrat Siapkan Chairul Tanjung Jadi Cawapres
Agus Harimurti Yudhoyono. FOTO: Instagram/@agusyudhoyono

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrat diprediksi akan mengusung nama Chairul Tanjung alias CT, untuk menjadi calon wakil Presiden (cawapres) Jokowi di Pilpres 2019. Sementara, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disiapkan menjadi menteri.

"Figur CT dinilai lebih terbuka daripada AHY," kata Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Adi Prayitno menilai, AHY masih sulit untuk menembus istana menduduki kursi RI-2, sehingga, mengambil CT yang memiliki kedekatan dengan Jokowi dan menyiapkan AHY sebagai menteri.

"Mungkin karena 2019, AHY susah untuk maju, maka Demokrat ngambil posisi orang kedua yang dekat dengan Jokowi. Karena dia (CT) diterima, dan kemungkinan AHY akan ditempatkan di posisi strategis untuk dipersiapkan di 2024," ujarnya.

Untuk sementara, lanjut Adi, AHY akan ditempatkan sebagai menteri jika Jokowi kembali menjadi presiden di 2019-2024. 

Setelah menjajal di pemerintahan, AHY baru dimajukan sebagai calon presiden dari Demokrat di Pilpres 2024. Seperti ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM sebelum menjadi presiden ke-6 RI.

"Jadi AHY jadi menteri dulu lah. Disiapkan dulu kalau dia bisa bekerja. Seperti SBY sebelum jadi presiden jadi menteri dulu. Ada prestasi dulu. Karena memang suka enggak suka, prestasi AHY kan nyaris tidak bisa dilacak," terangnya.

"Kalau di karir militer sih oke, tapi memang belum sampai jenderal bintang empat kan," tambah Adi.

Karenanya, Demokrat harus memoles AHY dulu agar mengerti soal pemerintahan.

Sebab, kelebihan AHY menurut Adi, hanyalah sebagai putra mahkota saja.

"Satu-satunya kelebihan AHY ya karena dia putra mahkota aja, selebihnya kan enggak ada. Belum pernah jadi kepala daerah, belum pernah jadi menteri, jadi apa yang bisa dijual ke publik? Kan enggak ada. Jadi itu yang membuat maju mundur dukung AHY," tandasnya.

Editor: Kurniati


500
komentar (0)