logo rilis
Pengalaman Pilpres 2014, Jokowi Kumpulkan Jenderal di Lingkaran Istana
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Januari 2018, 15:16 WIB
Pengalaman Pilpres 2014, Jokowi Kumpulkan Jenderal di Lingkaran Istana
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo kembali menambah daftar jenderal TNI-Polri dalam lingkaran Istana setelah masuknya dua nama, yakni Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden dan Jenderal (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pengamat politik yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan, Jokowi memang sengaja mengumpulkan para jenderal di lingkaran kekuasaannya, baik dari TNI maupun Polri. Hal itu menurutnya, setelah Jokowi belajar dari pengalaman Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu.

"Peran militer itu kan masih dominan ya ketika behubungan dengan kekuasaan. Sementara Pak Jokowi sendiri berasal dari sipil," kata Said kepada rilis.id, di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dia menjelaskan, pada Pilpres 2014, banyak keluarga tentara maupun sipil yang menganggap militer tidak memihak kepada Jokowi. Untuk itu, menurut Said, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak ingin mengulangi lagi pengalaman di masa lalu.

"Nah dia belajar banyak dari Pilpres 2014 di mana pada saat itu keluarga tentara maupun sipil yang masih punya hormat lah kepada kalangan tentara itu lebih banyak berpihak ke kubu Prabowo (Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto)," ujarnya.

Sebelum Moeldoko dan Agum Gumelar, sederet nama-nama jenderal TNI-Polri telah masuk dalam jabatan-jabatan di lingkaran Istana. Di antaranya adalah Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjabat Menko Kemaritiman, Ryamizard Ryacudu di Menteri Pertahanan dan Wiranto sebagai Menkopolhukam.

Di luar posisi menteri, ada Budi Gunawan yang menjabat Kepala BIN, Sidarto Danusubroto, Yusuf Kartanegara dan Subagyo Hadi Siswoyo sebagai anggota Wantimpres serta Gories Mere yang saat ini menjadi Staf Khusus Presiden.


Tags
#Presiden Jokowi
#Pilpres 2014
#Lingkar Istana
500
komentar (0)