logo rilis
Pengakuan Menag soal 200 Nama Penceramah ke DPR
Kontributor
Nailin In Saroh
24 Mei 2018, 15:16 WIB
Pengakuan Menag soal 200 Nama Penceramah ke DPR
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku menerima banyak permintaan rekomendasi nama penceramah baik dari instansi, lembaga ataupun perorangan menjelang Ramadan. Hal itu, menjadi alasan Kemenag mengeluarkan 200 nama Mubalig yang layak memberikan ceramahnya kepada masyarakat.

"Memang kami dua, tiga bulan terbiasa menerima sejumlah kalangan baik perorangan, lembaga, instansi yang meminta masukan untuk dapat nama penceramah. Biasanya mereka menyebutkan nama. Apakah si fulan bisa jadikan
 penceramah atau tidak. Selama ini begitu," ujar Lukman saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Namun, Menag mengklaim sudah memintakan masukan kepada organisasi masyarakat Islam serta ulama untuk menyepakati nama-nama tersebut sebelum dirilis resmi.

"Mungkin menjelang Ramadan, permintaan itu meningkat. Karena begitu banyaknya kami sudah tidak mampu melayani satu persatu. Itulah dalam rangka melayani masyarakat kami menghubungi sejumlah ormas Islam dan takmir serta ulama- kiai, kami mintai sarannya siapa penceramah yang biasa direkomendasikan oleh mereka. Maka kami himpun 200," terang dia.

Lukman mengatakan, 200 nama tersebut masih akan terus bertambah dan mengalami pembaruan. Karenanya, dia berharap masalah ini tidak sampai menjadi polemik. Adapaun masukan dan kritik bisa disampaikan dengan menghubungi nomor yang tertera dirilis tersebut.

"Kenapa jumlahnya 200 dan orangnya seperti itu, pada hakekatnya rilis ini sementara. Dia terus mengalami updating. Seiring masuknya masukan dari ormas islam dan pihak lain. Karena dari berita itu kami cantumkan kontak kami dalam bentuk whatsapp. Jadi sebagai call center agar publik dapat merespon rilis. Tapi kami batasi hanya dengan Whatsapp," tukasnya. 

Lukman pun memaklumi apabila 200 nama mubalig ini menjadi masalah dimasyarakat. Untuk itu, pihaknya sudah menyerahkan nama-nama penceramah ke MUI.

"Kalau menimbulka kesalahpahaman. 200 nama itu terpisah dari pemberitaan. Kami memaklumi, kenapa A masuk kenapa B tidak, kenapa ulama terkenal tidak masuk. Sebaliknya dan sebagainya,"

"Jadi semuanya terjadi karena masukan dari ormas, tentu tidak semua ormas. Belajar dari masukan kritik, kami banyak menerima masukan yang lalu kemudian rilis pertama ada masukan baru kami sampaikan ke MUI. MUI sudah menyampaikan pada saat nya nanti oleh MUI akan disampaikan penyikapan dari nama itu," tandasnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)