logo rilis
Peneliti: Perempuan dan Anak Sukses Tarik Perhatian Sebarkan Teror
Kontributor
Kurniati
17 Mei 2018, 07:05 WIB
Peneliti: Perempuan dan Anak Sukses Tarik Perhatian Sebarkan Teror
ILUSTRASI: RILIS.ID/Khairul Anom

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI), Solahudin, menilai aksi teror di Surabaya yang melibatkan perempuan sebagai pelaku dan anak-anak, dinilai dapat menarik perhatian media sehingga membantu penyebaran teror.

"Memakai anak-anak dan perempuan ada beberapa alasan, salah satunya mereka tahu laki-laki dewasa meledakkan diri sudah biasa. Kalau pelakunya ibu dan anak-anak itu baru luar biasa, akan mendapat peliputan yang luas," ujar Solahudin, di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Solahudin membenarkan, media dapat menjadi oksigen terorisme untuk menyebarkan teror atau rasa takut pada masyarakat luas.

Untuk itu, menurut Solahudin, para teroris mempertimbangkan hal-hal yang memiliki nilai berita lebih dan akan diangkat oleh media.

"Media asing sampai meliput kasus tersebut karena punya nilai berita yang tinggi. Jadi dilakukan secara sengaja? Tentu!" ujar dia.

Dia khawatir setelah mendapatkan peliputan yang luas oleh media, terdapat pesan yang disampaikan kepada jaringan terorisme lain berupa pesan provokasi anak-anak dan perempuan saja berani.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo meminta media tidak memberitakan aksi teror secara berulang-ulang, sehingga menimbulkan efek mencekam.

Ia pun mengingatkan media untuk selalu melakukan verifikasi dan klarifikasi, saat menerima suatu informasi.

"Penting bagi media massa untuk berhati-hati dalam peliputan terorisme agar jangan sampai pesan terorisme yang ingin menebar ketakutan tersampaikan ke masyarakat," katanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)