logo rilis
Peneliti Balitbangtan Temukan Herbal Nano untuk Ayam
Kontributor
Elvi R
26 Februari 2020, 14:15 WIB
Peneliti Balitbangtan Temukan Herbal Nano untuk Ayam
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Cecep Hidayat, berhasil menemukan herbal untuk ayam asal daun jambu biji. Cecep memformulasi ekstrak daun jambu biji pada ukuran nano lalu mengkombinasikannya dengan seng alias zinc (Zn). Dampaknya zinc menjadi lebih mudah diserap oleh ayam. 

Produk temuan Cecep kemudian dinamakan Nano Zinc Fitogenik (NZF). Herbal NZF berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan sekaligus sebagai anti microbial, antioksidan.

"Biasanya zinc diberikan pada ayam dalam bentuk anorganik yaitu zinc sulfat. Produk saya berupa zinc organik," kata Cecep saat mempertahankan hasil risetnya pada sidang promosi doktor di IPB kemarin (25/2/2020). 

Penggunaan nano zinc fitogenik (NZF) dengan dosis zn 45 mg zn per kilogram setara dengan zink sulfat (feed grade) 90 mg zn per kilogtam.

"Suplai zinc menjadi lebih sedikit serta ramah pada produk hasil dan lingkungan," kata Cecep. 

Menurut Cecep pada fase prestarter dosis optimum Zn 45 miligram per kilogram, fase starter 62 miligram per kilogram fase finisher 73 miligram per kilogram. Angka itu lebih rendah dibanding dosis Zn konvensional yaitu 93 miligram per kilogram berat badan ternak.

"Karena partikel berukuran nano, maka bahan tambahan pakan mudah diserap tubuh ternak," kata Cecep. Dampaknya dosis untuk pakan lebih rendah dari dosis pada umumnya. 

Hasil riset Cecep disambut baik oleh Kepala Balai Penelitian Ternak, Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, SPt., MP. Dia menyebut, menantikan adanya komersialisasi produk.

"Kami menunggu doktor baru Balitbangtan dapat mengkomersialkan produknya," kata Andi yang menjadi penguji luar komisi. 

Menurut Cecep, proses pembuatan formula bahan tambahan pakan cukup sederhana sehingga biaya produksi ekonomis dan berpeluang diproduksi masal. "Ini memberi harapan di masa depan produk daging ayam lebih tinggi nutrisi dan sehat dikonsumsi," kata Cecep. 

Hasil riset Cecep tersebut membuatnya layak menyandang gelar doktor di Institut Pertanian Bogor. Cecep juga menjadi doktor tercepat diantara rekan seangkatannya pada 2017 yang mendapat beasiswa dari Balitbangtan. Ia menyelesaikan studi hanya 2,5 tahun. "Cecep yang pertama dari 11 orang petugas belajar S3 dari Balitbangtan di IPB angkatan 2017," kata Destika Cahyana, Ketua Forum Mahasiswa Balitbangtan Jawa Barat. 

Sukses Cecep tak lepas dari bimbingan Prof. Sumiati, Dr. Anuraga Jayanegara, dan Dr. Elizabeth Wina. "Mereka mengarahkan saya untuk fokus dan studi lebih cepat melalui publikasi internasional," kata Cecep.

Sumber: Via Yulianti/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID