logo rilis
Peneliti Balitbangtan Temukan 26 Isolat Bakteri untuk Padi Tahan Salin 
Kontributor
Kurniati
15 April 2018, 13:50 WIB
Peneliti Balitbangtan Temukan 26 Isolat Bakteri untuk Padi Tahan Salin 
Ilustrasi penelitian. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Badan Litbang Kementerian Pertanian, telah menemukan 26 isolat bakteri yang dapat mengendalikan padi dari cekaman lahan salin. 

Bakteri tersebut ditemukan dari tanah perakaran (rhizosfer) sawah di pesisir pantai Desa Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

"Bakteri tersebut dapat membantu padi bertahan dari keracunan garam," kata Edi Husen, peneliti dari Balitbangtan.

Selama ini, kata Edi, padi sawah di wilayah pesisir produksinya rendah. 

Setiap peningkatan 1 unit nilai kadar garam yang diukur dengan nilai daya hantar listrik (DHL) di atas 3,0 deci-Siemens/meter (dS m−1) akan menurunkan produksi padi sebesar 12 persen.

Studi lain menyimpulkan setiap peningkatan satu unit nilai DHL air genangan di atas 2 dS m−1 akan menurunkan hasil padi sampai 1 ton per hektare. 

"Perlu upaya penanggulangan yang tepat dan segera mengingat areal sawah di wilayah pesisir yang tercekam salinitas terus meluas akibat perubahan iklim.

Bakteri pengendali cekaman salinitas diisolasi dan diteliti secara intensif oleh Balai Penelitian Tanah, Bogor. Mekanismenya, bakteri ini menghasilkan senyawa eksopolisakarida yang menurunkan penyerapan Natrium oleh akar padi," tambah Edi.

Bakteri tersebut juga mampu menghasilkan enzim khusus untuk mengurangi tingkat stres tanaman akibat tingginya kadar garam. 

Bakteri juga mampu menambat nitrogen dari udara dan melarutkan hara fosfat yang terikat pada tanah. 

"Mereka nyata mengendalikan cekaman kadar garam tinggi pada media dengan DHL 6 dS m-1," ungkap Edi.

Kini, bakteri tersebut siap dikembangkan menjadi pupuk hayati majemuk yang mengandung lebih dari satu jenis bakteri sebagai pengendali cekaman salinitas. 
 

Sumber: Destika Cahyana/Edi Husen


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)