logo rilis
Pendiri Toys 'R' Us Tutup Usia, Seiring Ditutupnya Ratusan Gerai
Kontributor
Syahrain F.
23 Maret 2018, 18:07 WIB
Pendiri Toys 'R' Us Tutup Usia, Seiring Ditutupnya Ratusan Gerai
Pendiri Toys "R" Us Charles Lazarus. FOTO: Getty Images/Jacques M. Chenet

RILIS.ID, New York— Pendiri Toys "R" Us Charles Lazarus dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (22/3/2018). 

Pekan lalu, Toys "R" Us diberitakan akan menutup gerainya secara besar-besaran. Berita kematiannya pun dikaitkan dengan mulai meruntuhnya kerajaan toko mainan yang dia dirikan 70 tahun silam.

"Dia adalah bapak dari bisnis mainan. Dia sangat memahami dan mencintai mainan. Dia juga mencintai anak-anak yang berbelanja ke toko kami," ucap Michael Goldstein, penerus Lazarus sebagai CEO Toys "R" Us, dikutip dari CNN Money.

"Selama beberapa pekan, Toys "R" Us mengalami momen-momen haru (penutupan gerai). Namun tidak ada yang lebih menyedihkan dari berita meninggalnya Charles yang kita cintai," tulis "Toys "R" Us dalam pernyataannya.

Lazarus, yang meninggal di usia 94 tahun, memulai bisnisnya ketia dia berusia 25 tahun. Dia melihat, era baby boom (melonjaknya angka kelahiran) yang muncul pasca-Perang Dunia II merupakan peluang bisnis dan akan memunculkan permintaan pasar terhadap mainan anak-anak.

Pada awalnya dia hanya berjualan perabotan bayi di sebuah toko bernama Children's Bargain Town, di ibu kota Amerika Serikat di Washington DC. Namun, usahanya terus berkembang.

Di tahun 1957, Lazarus membuka toko pertamanya yang penuh dengan mainan anak-anak. Bermacam-macam model mainan dipajang di rak-rak bertingkat. 

Perusahaan itu mulai menjual saham ke publik pada 1978 dan nilainya berkembang pesat di tahun-tahun 1990-an.

Munculnya Walmart dan Target sebagai kompetitor sesama perusahaan ritel membuat Toys "R" Us menghadapi sejumlah tantangan bisnis, di antaranya hutang.

Pada 2006, manajemen menjual saham dan dibeli seharga US$6,6 miliar oleh sejumlah perusahaan ekuitas bernama KKR, Bain Capital, dan perusahaan properti Vornado. 

Namun, sejumlah manuver tersebut tak memperbaiki keuangan perusahaan, dan justru meninggalkan Toys "R" Us dengan hutang sebesar US$5,3 miliar. Hingga sejak itu, permasalahan hutang memaksa perusahaan menutup gerai-gerai dalam jumlah besar.


komentar (0)