logo rilis

Pendidikan Dokter Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat
Kontributor

06 April 2018, 04:24 WIB
Pendidikan Dokter Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Anggota Badan Legislasi DPR RI Ferdiansyah menyarankan, agar kulifikasi pendidikan kedokteran yang ada dalam revisi Undang-Undang (UU) tentang Pendidikan Kedokteran sesuai dengan kebutuhan rakyat. Pasalnya, suatu daerah dengan kondisi geografis berbeda, tentu tantangan kebutuhan kesehatannya berbeda.

Ia menjelaskan, bagi daerah yang bersuhu dingin dan dekat dengan pegunungan, tentu berbeda serangan penyakitnya dengan daerah panas dekat dengan pesisir pantai.

“Bukan hanya kebutuhan dokter yang benar-benar diinginkan sesuai harapan yang bersifat umum, tapi juga dokter  yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah itu sendiri,” ungkap Ferdi, panggilan akrabnya, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis (5/4/2018).

Kunjungan tersebut dilakukan, dalam rangka pemantauan dan peninjauan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Dari sana, Ferdi menyarankan, agar dalam pembuatan kurikulum pendidikan kedokteran memberi kebebasan kepada setiap Fakultas Kedokteran yang sesuai keinginan masyarakat di daerah tersebut.

Ia juga menegaskan dalam hal pendidikan kedokteran, hendaknya memperhatikan kebudayaan masyarakat setempat, agar penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat bisa diterima masyarakat dengan baik.

“Kebutuhan rakyat di Indonesia tidak hanya dokter yang serta merta menyangkut penyakit, tapi juga ada unsur budaya,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Terkait dengan kebutuhan dokter layanan primer, Ferdi menyarankan harus ada penyesuaian, jika ada penambahan waktu dalam belajar, harus disesuaikan dengan reward yang didapat. Selain itu, ia juga berpendapat, bahwa bidang kedokteran harus ada pendidikan jangka panjang.

“Perlu ada sinkronisasi dan harmonisasi antara lulusan yang mau diluluskan dengan kebutuhan. Koordinasi yang baik dan kuat antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan sangat diperlukan,” tegasny saat dilansir dari laman DPR.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)