logo rilis
Penangkapan Ustaz Maaher Dinilai Bukan Bentuk Kriminalisasi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
04 Desember 2020, 18:00 WIB
Penangkapan Ustaz Maaher Dinilai Bukan Bentuk Kriminalisasi
FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta — Pakar hukum pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menilai, penangkapan terhadap Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata (28) oleh Bareskrim Polri dalam perkara ujaran kebencian seorang tokoh agama melalui media sosial Twitter bukan bentuk kriminalisasi. 

Menurut dia, polisi melakukan penangkapan terhadap Soni itu murni karena masalah hukum. 

"Kita melihat ini murni dugaan masalah hukum dan tidak ada kaitannya dengan kriminalisasi," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2020). 

Dia menilai, Bareskrim Polri yang menangani perkara ini sudah bertindak sesuai koridor hukum. Dirinya pun menganggap hal biasa adanya kritikan dari kuasa hukum Maheer. 

"Kalau pihak Maheer menilai ada tindakan penyidik yang melanggar prosedur, sesuai aturan mereka bisa melakukan upaya hukum lainnya, misalnya mengajukan praperdilan" ujarnya. 

Bareskrim Polri menangkap Maheer setelah menerima laporan nomor LP/B/0677/di/2020/Bareskrim tanggal 27 Nov 2020 atas tudingan menghina tokoh agama Habib Lutfi bin Yahya.

Polisi menjerat Maheer dengan sangkaan melanggar pasal 45 ayat 2, jo passl 28 ayat 2, UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Maheer ditangkap di kediamannya, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis pukul 04.00 WIB.

Dalam penangkapan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti yakni tiga ponsel pintar, satu sabak digital (tablet) dan KTP atas nama Soni Eranata.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID