logo rilis
Penambahan Kursi Pimpinan MPR Bebani Duit Negara
Kontributor
Ainul Ghurri
25 Maret 2018, 23:21 WIB
Penambahan Kursi Pimpinan MPR Bebani Duit Negara
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai, penambahan tiga kursi pimpinan MPR bakal berimbas pada keuangan negara. Sehingga, beban anggaran negara dipastikan bakal bertambah.

"Akibat UU MD3 ini, ada kenaikan anggaran negara. Tentunya kalau ada penambahan anggota pimpinan, itu menambah beban anggaran negara," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Minggu (25/3/2018). 

Uchok menuding anggota dewan tak peka terhadap kondisi perekonomian Indonesia sekarang. Padahal, utang pemerintah terus menumpuk dan harga kebutuhan pokok naik.

"Bayangkan saja, belanja pegawai di DPR pada 2016 saja menghabiskan Rp1 triliun. Kemudian, 2017 naik Rp1,3 triliun. Berarti, ada kenaikan Rp285,6 miliar. Itu untuk gaji mereka saja," ungkapnya.

Padahal, lanjut Uchok, anggaran negara untuk gaji dewan terus naik saban tahun tanpa ada penambahan kursi pimpinan. Berdasarkan catatan CBA, anggaran negara untuk menggaji Anggota DPR pada 2017 berkisar Rp1,32 triliun. Di 2018 menjadi Rp1,36 triliun.

"Apalagi MPR, itu juga naik. Di 2016 saja, gaji politisnya sudah menghabiskan anggaran negara Rp21,7 miliar, pada 2017 Rp85,2 miliar, dan 2018 menjadi Rp86,5 miliar. Ini tidak ada penambahan anggota," bebernya.

Tugas utama MPR menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, menurut Uchok, gagal. Padahal, anggarannya berkisar Rp437,5 miliar.

"Karena radikalisme ada di mana-mana. Menurut saya, (sosialisasi empat pilar) tidak usah, karena sudah ada lembaga nonstruktural, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila," tutupnya.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)