logo rilis
Penambahan Daftar Mubalig versi Kemenag Tak Selesaikan Polemik
Kontributor
Nailin In Saroh
23 Mei 2018, 18:13 WIB
Penambahan Daftar Mubalig versi Kemenag Tak Selesaikan Polemik
Ali Taher. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher meminta Kementerian Agama (Kemenag) mempertimbangkan kembali penambahan nama-nama mubalig dari 200 daftar yang telah dikeluarkan. Ia menilai penambahan nama tersebut tidak menyelesaikan polemik di masyarakat.

"Sebelumnya saya telah meminta daftar 200 nama mubalig itu dicabut, bukan menambah daftar nama-nama mubalig. Karena menambah daftar nama-nama mubalig justru tidak menyelesaikan masalah," ujar Ali Taher kepada wartawan, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, Kemenag cukup mengeluarkan pedoman cara penyampaian dakwah yang baik bagi para mubalig sesuai kriteria dan persyaratan Kemenag.

Pedoman itu, kata dia, agar bagaimana para mubaligh menyampaikan Islam yang moderat dan mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan. 

"Sehingga tidak perlu mengeluarkan daftar nama-nama yang justru menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," jelas Ali.

Ia mengungkapkan, usulan soal pencabutan nama-nama mubalig ini juga telah ia sampaikan ke Kemenag.

Tujuan pencabutan daftar nama-nama mubalig ini untuk mempertimbangkan pembahasan bersama antara Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII yang membidangi bidang keagamaan.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)