logo rilis
Pemudik Bermotor Diminta Utamakan Keselamatan
Kontributor
Fatah H Sidik
04 Juni 2018, 22:49 WIB
Pemudik Bermotor Diminta Utamakan Keselamatan
Ilustrasi mudik menggunakan motor. FOTO: Ist

RILIS.ID, Jakarta— Pemudik yang menggunakan motor diminta memperhatikan faktor keselamatan. Caranya, mengatur waktu istirahat, membatasi penumpang, dan barang bawaan.

"Pemudik dengan kendaraan roda dua tahun ini, masih tinggi dan berisiko menyumbang angka kecelakaan. Pemotor harus mengutamakan keselamatan," kata Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Muslih Zaenal Asikin, di Jakarta, Senin (4/6/2018).

MTI memperkirakan angka pemudik kendaraan roda dua 2018 lebih dari 6,39 juta. Tetiap musim mudik, pemudik dengan motor menyumbang sekira 70 persen angka kecelakaan.

"Idealnya, pengemudi roda empat istirahat sejenak jika sudah empat jam. Maka, pemotor paling tidak dua jam sekali mesti istirahat," katanya.

Dia menyarankan demikian, lantaran kelelahan menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Apalagi, pemotor dengan jarak jauh umumnya tak begitu mengenal medan serta perlu konsentrasi penuh, karena arus kendaraan yang padat.

Muslih pun meminta pemerintah tegas soal penumpang dan barang bawaan berlebih pada roda dua. Menurutnya, pemotor yang membawa tiga orang atau muatan berlebih, dicegat dari titik mereka berangkat.

"Polisi akan dihadapkan dilema. Jika dicegat di tengah jalan, karena tak mungkin memaksa mengurangi penumpang dan barangnya," jelasnya.

Tak Signifikan
Wakil Ketua MTI, Djoko Setijawarno, menambahkan, program mudik gratis bagi pengendara roda dua belum signifikan menurunkan jumlah pemudik bermotor. Sebab, baru 50 persen masyarakat yang minat mudik menggunakan kapal laut.

"Baru terdaftar 15.200 motor dari target 30 ribu motor. Padahal, pulangnya juga gratis naik kapal," ucapnya.

Pada mudik Lebaran 2018, pemerintah menyediakan 39.446 unit mudik graris sepeda motor melalui truk, kereta api, kapal laut, dan kapal roll on-roll off (RoRo). Jumlah tersebut meningkat 106 persen dibanding tahun lalu sebanyak 19.148 unit kendaraan.

Pemudik lebih senang menggunakan motor, menurut Djoko, karena bisa digunakan untuk mobilitas silaturahmi di daerah tujuan.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)