logo rilis
Pemuda Muhammadiyah Ingatkan KPK soal Loyalitas Ganda
Kontributor
Tio Pirnando
27 Maret 2018, 23:24 WIB
Pemuda Muhammadiyah Ingatkan KPK soal Loyalitas Ganda
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah). FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Pemuda Muhammadiyah mempertanyakan motif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam merekrut Deputi Penindakan dan Direktur Penyidik. Sebab, para pendaftar cuma berasal dari dua institusi, Kepolisian dan Kejaksaan.

Jika demikian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, khawatir, nantinya akan menimbulkan loyalitas ganda. Yakni, antara KPK dengan instansi awal.

"Ini menjadi masalah serius di internal KPK terkait dengan perilaku loyalitas ganda terhadap Instansi asal, yang berdampak pada terganggunya kinerja dan independensi KPK sebagai penegak hukum yang menangani korupsi," ujarnya kepada rilis.id, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Baca: KPK 'Kantongi' 3 Nama Calon Deputi Penindakan

Menurut Dahnil, KPK bisa melakukan mitigasi atau mengurangi risiko agar tak terjadi loyalitas ganda. Misalnya, menerapkan sanksi tegas kepada pegawai dan pejabat KPK yang melanggar aturan.

"Melalui komitmen agar para pejabat dan penyidik KPK yang dipilih tersebut, siap pensiun atau mengundurkan dari institusi asalnya dan siap berkhidmat total menjadi pegawai KPK," tuntasnya.

Baca: ?Selalu Keok, MAKI Dukung Wisnu Jadi Deputi KPK

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)