logo rilis
Pemuda Kudus Tuntut Penutupan Karaoke
Kontributor
Kurniati
02 April 2018, 13:43 WIB
Pemuda Kudus Tuntut Penutupan Karaoke
Penutupan kafe karaoke di Kudus oleh Satpol PP. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Kudus— Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung Ormas Pemuda Kudus, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penutupan tempat usaha kafe karaoke di kabupaten tersebut yang masih nekat beroperasi.

Aksi yang diikuti Banser dan Ansor serta Humpunan Mahasiswa Islam Kudus tersebut, digelar di Alun-alun Kudus, Senin (2/4/2018).

Para pengunjuk rasa ini juga membentangkan spanduk bertuliskan "Tutup Karaoke Sekarang Juga, Banser Kudus Menolak Maksiat dan Premanisme, Rakyat Kudus Menggugat Tutup dan Hentikan Hiburan Haraoke di Kudus, Aparat Negara Jangan Backing Karaoke, Kudus Kota Suci Jangan Kotori Dengan Karaoke".

Menurut Koordinator Aksi Demo, Isa Abdillah, ternyata hingga kini masih ada tempat karaoke yang nekat beroperasi usai ditertibkan oleh Satpol PP Kudus bersama jajaran terkait.

Berdasarkan hasil temuan Banser Kudus, lanjut dia, sedikitnya ada empat tempat usaha karaoke yang masih beroperasi.

Dari keempat usaha karaoke tersebut dua tempat usaha di antaranya skala besar, sedangkan selebihnya skala kecil.

Ia menduga pengelola usaha hiburan malam tersebut masih nekat menjalankan usahanya secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari petugas.

"Sikap kami tetap konsisten mendukung Satpol PP untuk menutup dan membongkar tempat usaha karaoke yang masih beroperasi," ujarnya lagi.

Atas temuan tersebut, kata dia, ditindaklanjuti dengan melaporkannya kepada Satpol PP Kudus pada pertengahan Maret 2018.

Dia juga mengecam jika ada pihak aparat yang ikut menjadi melindungi tempat usaha karaoke dan peredaran minuman keras di Kudus.

"Masyarakat Kudus diajak untuk tetap konsisten melawan kemaksiatan," ujarnya pula.

Ormas Islam di Kudus, lanjut dia, juga mendukung penegakan Perda Nomor 10/2015 tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub dan Penataan Hiburan Karaoke.

Kepala Kantor Satpol PP Kudus, Djati Solechah menyatakan terima kasih telah mendukung usaha Satpol PP Kudus menegakkan Perda Nomor 10/2015.

Sebagai bentuk komitmen Satpol PP Kudus, lanjut dia, jajaran terpadu, mulai dari Polres, Kodim dan Bagian Hukum akan menindaklanjuti dengan menutup serta menyegel tempat usaha karaoke yang masih nekat beroperasi.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)