logo rilis
Pemkot Malang Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 Agustus 2020, 21:00 WIB
Pemkot Malang Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi
Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di sebuah sekolah. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Malang— Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menggelar simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Malang, di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

Wali Kota Malang Sutiaji, mengatakan, sebelum dilakukan simulasi pembelajaran tatap muka tersebut, pihak sekolah telah melakukan tanya jawab dengan para wali murid dan siswa, dimana sebanyak 74 persen menyatakan keinginan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka.

"Instrumennya akan disusun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Mulai dari protokol kesehatan di dalam sekolah, hingga penggunaan alat transportasi," kata Sutiaji, di Kota Malang, Rabu (19/8/2020). 

Sutiaji menjelaskan, protokol kesehatan yang akan diterapkan di sekolah tersebut, di antaranya adalah, kapasitas ruang kelas hanya dipergunakan maksimal 50 persen. Selain itu, bangku tempat duduk siswa juga akan diatur secara zigzag, dan siswa tidak boleh berpindah tempat.

Kemudian, lanjut Sutiaji, pada saat jam istirahat, dan pergantian pelajaran, para siswa tidak diperkenankan untuk meninggalkan ruang kelas. Selain itu, para siswa juga diwajibkan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

"Setelah selesai kegiatan belajar mengajar, kelas akan disemprot disinfektan. Untuk tas para siswa, dijaga masing-masing," kata Sutiaji.

Selain itu, Sutiaji juga meminta pihak sekolah untuk memastikan agar tidak mengizinkan para siswa menggunakan alat transportasi umum. Sebab, dikhawatirkan berpotensi terpapar virus Corona.

"Harus diantar dan dijemput orang tua. Jika sudah jam pulang sekolah, siswa bisa menghubungi orang tua, melalui ponsel atau dengan bantuan guru," kata Sutiaji.

Meski serangkaian simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka sudah dilakukan, Sutiaji belum bisa memastikan kapan sekolah tersebut akan dibuka untuk para siswa. Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka itu, akan melihat kesiapan dari masing-masing sekolah.

"Masuk sekolahnya kapan, nanti akan dilihat dulu dari kesiapan masing-masing sekolah," kata Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Malang Anny Yulistyowati mengatakan, simulasi pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan untuk para siswa kelas IX. Rencananya, hanya 50 persen bangku yang dipergunakan jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

"Kami simulasikan dengan sistem ganjil genap, nomor bangku sesuai dengan absen. Satu kelas berjumlah 32 orang, diisi setengahnya saja, jadi 16 orang," kata Anny.

Anny menambahkan, jika nantinya ada salah seorang siswa yang sakit, maka akan langsung ditangani dan dibawa ke ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan akan didampingi petugas kesehatan yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Uji coba tersebut, dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang di tengah penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. Tercatat, ada sebanyak 1.017 kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Dari total tersebut, sebanyak 78 orang dilaporkan meninggal dunia, 569 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih berada dalam perawatan.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID