logo rilis

Pemimpin dan Komunitas Internasional Bereaksi Atas Pemindahan Kedubes AS
Kontributor
Syahrain F.
15 Mei 2018, 14:09 WIB
Pemimpin dan Komunitas Internasional Bereaksi Atas Pemindahan Kedubes AS
Marinir AS menjalani upacara pembukaan Kedubes AS di Yerusalem, kemarin (14/5/2018). Credit: AP/Sebastian Scheiner

RILIS.ID, Gaza— Para pemimpin dunia dan komunitas internasional bereaksi terhadap diresmikannya pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Presiden-presiden AS sebelumnya menunda pemindahan tersebut dengan pendapat bahwa status Yerusalem harus dinegosiasikan pihak Palestina dan Zionis.

Meskipun tampak sebagai suatu solusi, namun pendapat itu ditentang Hamas.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, sebanyak 86 negara yang memiliki misi diplomatik diundang pada pembukaan Kedutaan AS. Namun, hanya perwakilan 33 negara yang mengonfirmasi hadir.

Sementara beberapa mil dari acara yang disebut komunitas internasional sebagai pelanggaran itu, rakyat Palestina meluapkan amarah dengan menggelar aksi protes di Perbatasan Gaza, kemarin (14/5/2018).

Melansir Al Jazeera, sebanyak 58 orang meninggal dunia dan 2.700 lainnya terluka.

Organisasi yang menaungi sebanyak 22 negara di Timur Tengah, Liga Arab, mendesak komunitas internasional untuk menentang "keputusan sepihak" dan "pendudukan di Yerusalem" tersebut.

"Pemindahan Kedubes AS merupakan serangan terhadap perasaan bangsa Arab dan umat Islam. 

Rakyat Palestina meminta Liga Arab agar menggelar pertemuan darurat untuk membahas hal tersebut.

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad al-Hussein mendesak komunitas internasional untuk mengadili pelaku dari pihak Zionis yang menembaki pengunjuk rasa Palestina hingga meregang nyawa.

Sebelumnya, Sekjen PBB Antonio Guterres mengkhawatirkan situasi di Perbatasan Gaza saat ini. Menurutnya, perlu ada solusi politik atas penjajahan yang dilanggengkan di Palestina.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyesalkan keputusan yang telah memantik amarah jutaan bangsa Arab, umat Islam dan Nasrani.

Dia mengatakan, Lebanon menolak tindakan provokatif tersebut membuat konflik di kawasan semakin rumit dan membuat tentara Zionis semakin mudah menumpahkan darah rakyat Palestina tak bersalah.

Sementara Turki mengumumkan akan memanggil pulang duta besarnya di Tel Aviv dan Washington. 

"Apa yang dilakukan Israel adalah genosida. Israel adalah negara teroris," ujar Erdogan.

Uni Eropa mendesak Zionis agar menggunakan senjata secara proporsional dan menghindari jatuhnya korban jiwa.

Jerman melalui Kementerian Luar Negerinya menyatakan, rakyat Palestina memiliki hak untuk menggelar aksi dan menyatakan protes atas langkah AS tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)