logo rilis
Pemilu 2019, BPN Minta Jangan Khianati Reformasi
Kontributor
Elvi R
24 April 2019, 21:00 WIB
Pemilu 2019, BPN Minta Jangan Khianati Reformasi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sodik Mujahid mengatakan, hampir sepekan usai pemilu, perbincangan terkait hitung cepat menghiasi pemberitaan baik cetak maupun online. Euforia pun melanda pihak yang dianggap menang, sebaliknya, pihak yang kalah dianggap sudah selesai dan diajak untuk legowo. Sementara penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru mencapai 18 persen dari total suara nasional.

Euforia terkait klaim menang-kalah pun melupakan serangkaian proses Pemilu seperti adanya pemilihan ulang di sejumlah daerah, serta meninggalnya sejumlah petugas KPPS. Alhasil, hingga kini masih terdengar protes terkait pelaksanaan Pemilu yang berlangsung pada 17 April silam.

Ia mengingatkan, kritik dan protes yang disampaikan publik ditujukan untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil (jurdil). Menurutnya, hal ini sebagai wujud demokrasi yang konsisten dengan semangat reformasi. 

"Jangan samakan Pemilu 2019 dengan Pemilu zaman 1970-an awal Orba. Jangan khianati reformasi," kata Sodik di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sodik menambahkan, perbedaan hasil penghitungan suara BPN dengan quick count lembaga survei adalah hal yang lumrah. Dia pu menyebut hal ini sebagai bentuk kontrol dari BPN demi terciptanya pemilu yang jurdil.

"Kalau beda dikit-dikit wajar. Tapi kalau beda banyak maka tidak wajar," sambungnya.

Kendati demikian, Sodik mengaku takjub dengan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam mengawal penghitungan suara. Menurutnya, apa yang dilakukan publik bisa disebut sebagai sebuah bentuk protes atau kepedulian agar tercipta pemilu yang bersih. 

"(Ini) bentuk protes dan bentuk kepedulian," tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID