logo rilis
Pemerintah Selidiki Dumping Baja dari Cina, Singapura dan Ukraina
Kontributor
Syahrain F.
12 Maret 2018, 02:57 WIB
Pemerintah Selidiki Dumping Baja dari Cina, Singapura dan Ukraina
Ilustrasi ekspor impor Indonesia. FOTO: Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah membuka peninjauan kembali (sunset review) atas pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap impor produk pelat baja (hot rolled plate/HRP) dari Cina, Singapura, dan Ukraina.

Ketua Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) Ernawati mengatakan, pelat baja dari tiga negara ini ditengarai masih melakukan dumping dan merugikan industri dalam negeri.

“Penyidikan ini atas permintaan PT Gunung Raja Paksi dan PT Krakatau Posco. Mulai 5 Maret lalu,” ujar dia dalam keterangan resminya yang diterima kemarin (11/3/2018).  

Pemerintah Indonesia mengenakan BMAD terhadap pelat baja berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.010/2016 yang akan berakhir pada tanggal 1 April 2019 mendatang.

Impor dari Cina, Singapura, dan Ukraina terus meningkat meski telah dikenakan BMAD sejak 1 April 2016.

Volume impor produk HRP dari ketiga negara tersebut pada tahun 2015 sebesar 101.414 metrik ton dengan pangsa impor sebesar 57 persen.  

Kemudian pada 2016 sebesar 78.797 metrik ton dengan pangsa sebesar 60 persen, dan tahun 2017 mencapai 106.438 MT dengan pangsa sebesar 66 persen.

 

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)