logo rilis

Pemerintah Rencana Impor Dosen, Bamsoet Minta Jangan Buru-buru
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 April 2018, 20:40 WIB
Pemerintah Rencana Impor Dosen, Bamsoet Minta Jangan Buru-buru
Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk tidak terburu-buru dalam mendatangkan alias impor ratusan tenaga dosen asing. Rencana itu, menurutnya, harus dilakukan dengan pemetaan yang matang terlebih dahulu terkait persoalan, kondisi, dan kebutuhan di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

"Banyaknya dosen asing yang mengajar di Indonesia, dengan pendekatan ideologi yang belum tentu sama dengan Pancasila, dikhawatirkan akan berdampak terhadap ketahanan nasional," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, melalui siaran persnya, Sabtu (14/4/2018).

Sebelum mendatangkan dosen asing, ujar Bamsoet, Kemenristekdikti harus melakukan pembenahan lebih dulu terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi perguruan tinggi terkait keberadaan tenaga dosen. Dia menyarankan diadakan rapat bersama dengan Forum Rektor Indonesia dan Asosiasi Dosen Indonesia untuk mencari masukan dan mengkaji kembali rencana mendatangkan ratusan tenaga dosen asing.

"Perlu ada musyawarah dengan FRI dan ADI, agar rencana Kemenristekdikti itu tidak menimbulkan permasalahan baru," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu mendorong Kemenristekdikti mencari solusi lain untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dosen di Indonesia agar fokus sebagai ilmuwan di kampus. Salah satunya, dengan memberikan pelatihan kepada dosen secara berkala.

"Sehingga perguruan tinggi di Indonesia dapat fokus dalam pengembangan riset di internal kampus serta menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemenristekdikti berencana mendatangkan 200 dosen dari mancanegara untuk meningkatkan reputasi pendidikan nasional di bidang riset dan teknologi. Rencana itu merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)